Modal Bismillah, Kyai Palsu Tipu Pengusaha

Modal Bismillah, Kyai Palsu Tipu Pengusaha

Potretkota.com - Dalam sebulan, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengamankan buronan Ahmad (42), warga Jember, Taufik alis Suwarno (42) dan Badri (27) keduanya warga Situbondo, yang turut membantu menipu pengusaha kayu berinisial Ai, dalam hal penggandaan uang.

"Penangkapan ini atas pengembangan Sholeh yang tertangkap lebih dulu," kata Kapolres Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto pada Potretkota, Selasa,(24/4/2018).

BACA JUGA: Kyai Gadungan Saat Ritual Penggandaan Uang Menghilang

Menurut Akpol tahun 2000 ini, peran para penipu ini berbeda-beda. "Para pelaku mempunyai peran sebagai kyai atau ustad, perantara, sopir dan ada yang berperan meyakinkan kepada korbannya," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto, Selasa,(24/4/2018).

Di Mapolres pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mantan Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini mengaku, selain menangkap para pelaku, anggotanya berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni uang dolar dan rupiah.

"Korban penipuan mulai Rp 40 juta, Rp 100 juta, Rp 12 juta dan bahkan hingga sampai USD. 61.500 atau sebesar Rp 850 juta," terang AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Aksi pelaku tidak hanya di Surabaya, saat polisi mendalami kasus pencurian bermodus penggandaan uang ini ternyata juga dilakukan dikota lain, yakni Jember, Solo dan Batam. "Di Surabaya, kasus ini terbongkar berkat laporan para korban yang tertipu di hotel kawasan jalan Petukangan Surabaya," pungkasnya.

Sementara, Ahmad saat diwawancarai wartawan mengaku, modal untuk menipu korban yakni selain percaya diri, juga mengucap Bismillah. "Hanya doa Bismillah mas," akunya.

Akibat perbuatannya, para pelaku ini tidak dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, namun oleh anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Tio)

Pelajar Al-Falah Keroyok Siswa SMUN 17 Surabaya
Rusak Rumah Mertua, Andre Naga Saputra Disidang