Oknum Kecamatan Semampir Ingin Pilihan Ulang RW

Oknum Kecamatan Semampir Ingin Pilihan Ulang RW

Potretkota.com - Supardi (52) Ketua RW 9 yang menang saat pemilihan langsung tanggal 24 November 2019 lalu harus gigit jari. Bagaimana tidak, meski sudah dilantik tanggal 6 Desember 2019, pihak Kecamatan Semampir saat ini ingin akan ada pemilihan ulang. Entah kenapa?

Camat Semampir Pemkot Surabaya, Siti Hindun Robba Humaidiyah melalui staf Kasi Pemerintahan Heri berdalih hanya sebatas memfasilitasi saja dan tetap akan menggelar pilihan ulang.

"Kami disini hanya memfasilitasi dan dikonfrontir adanya laporan dari beberapa RT terkait adanya permasalahan pemilihan di RW 09, sehingga atas kesepakatan para pihak akan dilakukan pemilihan ulang," kata Heri, diruang kerjanya.

Menurut Heri, pemilihan ulang RW bukan dasar setinggan pihak Kecamatan. "Terkait pemilihan ulang bukan inisiatif dari kecamatan, ini atas kesepakatan para pihak," dalihnya.

Sementara, Suratno mantan RW 9, saat dikonfirmasi mengaku pemilihan ulang atas arahan dari Heri Kasi Pemerintahan. "Sebelumnya kami sudah mengadu ke Kelurahan, tapi lurahnya kurang menanggapi. Dan saat di Kecamatan, pak Heri mengatakan tidak ada masalah (protes) walaupun sudah pelantikan," bebernya.

Informasi beredar, pemiihan ulang diduga karena mantan RW 9 yaitu Suratno dan beberapa RT tidak terima atas kekalahannya. Alasanya, panitia diangap tidak transparan saat dilakukan pemilihan RW.

"Kita sudah kupas bersama secara satu-satu dikecamatan. Namun lima hal yang dituduhkan ke kami (panitia) itu tidak ada satupun yang terbukti. Kalau tidak ada yang terbukti, kenapa harus dilakukan pemilihan ulang," keluh Ketua Panitia Pemilihan RW 9, Bambang, pada Potretkota.com, Jumat (3/1/2020).

Bagi Bambang, kalau pemilihan RW tetap diulang, panitia salah melakukan pemilihan. "Kita kan sudah menjalankan prosedur yang ada, kami pun sebagai panitia juga disumpah atas nama Tuhan, oleh bu Camat. Seharusnya, sebelum menerima pengaduan atau pelaporan itu, pihak Kelurahan dan Kecamatan harus mengoreksi dulu, apakah yang dilaporkan itu terbukti benar," tambahnya.

Bambang juga menegaskan, bahwa saat pemilihan berlangsung, disaksikan oleh pihak perwakilan dari Kelurahan, Binmas dan Babinsa. "Semua transparan, dan disaksikan oleh pejabat atau pihak-pihak setempat. Seharusnya kalau protes atau komplain itu saat pemilihan atau besoknya. Lha, ini kok aneh, setelah dilantiknya para RW," terangnya.

Diakui Bambang, padahal Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memerintahkan bahwa per tanggal 3 januari 2020, para RW terpilih sudah mulai bekerja. "Kalau seperti ini, RW 9 yang sudah dilantik akhirnya tidak bisa menjalani tugasnya," keluhnya menyebut, padahal saat pemilihan para RT dan mantan RW 9 telah memberikan ucapan selamat kepada RW terpilih.

Diketahui, pemilihan RW 9 yang digelar tanggal 24 November 2019, diikuti tiga kandidat yaitu Supardi, Suratno dan Sunyitno. Dalam pemilihan dimenangkan oleh Supardi yang selisih satu suara dari Suratno. Dalam pemilihan disaksikan oleh pihak Keluarahan, Binmas dan Babinsa setempat, begitupun para RT terpilih juga tokoh masyarakat setempat.

Selanjutnya, tanggal 6 Desember 2019, Supardi Ketua RW 9 terpilih, dilantik oleh pihak Kecamatan Semampir Surabaya.

Meski demikian, pihak Kecamatan Semampir masih belum memutuskan, apakah RW 9 yang sudah dilantik akan disahkan atau digugurkan. (SA)

Ditpolairud Siaga 10 Titik Rawan Banjir di Surabaya
Perumahan Syariah Fiktif Seret Ustad Yusuf Mansur