Oknum Kejari Bangil Diduga Terima Suap Rp 500 Juta
Audensi Warga Bulusari dengan Kejaksaan Bangil

Warga Bulusari Pertanyakan Perkembangan Kasus TKD

Oknum Kejari Bangil Diduga Terima Suap Rp 500 Juta

Potretkota.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil diluruk warga Desa Bulusari, Kecamatan Gempol Pasuruan, Rabu (9/5/2018) kemarin. Kedatanganya tak lain, mempertanyakan dugaan suap Rp 500 juta atas penangganan perkara dugaan penyelewengan Tanah Kas Desa (TKD) oleh Kades dan Ketua BPD setempat.

“Kita datang ke kantor Kejaksaan minta kejelasan perkara TKD yang kami laporkan awal Tahun 2018 lalu,” kata M Yusuf seorang warga Desa Bulusari.

Dalam laporan itu, lanjut Yusuf, ada dugaan kuat Kades Bulusari Yudono terlibat. Tidak hanya itu, ketua BPD, Bambang ikut didalamnya. Warga menilai, perkara yang ditangani Kejaksaan berjalan ditempat. “Lebih parah lagi, kejaksaan dikabarkan terima Rp 500 juta, agar kasus ini tidak dilanjutkan,” ungkap Yusuf.

Menanggap kabar itu, Kajari Kabupaten Pasuruan, Moh Nur langsung menolak adanya kabar tersebut. “Kabar itu tidak benar, jika ada jaksa menyelidik kasus ini menerima uang, akan saya tangkap dan ditindak tegas,” tangkisnya.

Dalam perkara ini, kata Moh Nur, melibatkan sejumlah lembaga yakni Kejaksaan Tinggi, BPK, BPN, dan BPKP. “Itu pun belum cukup, perlu ahli Geodesi. Sehingga dapat diketahui secara detail berapa kubik tanah yang telah diambil. Kami akan minta bantuan ahli geodesi dari sejumlah perguruan tinggi Jatim Unibraw Malang, ITN Malang, ITS Surabaya,” dalihnya. (Nh)

Hari Lupus Sedunia, RSUD Dr. Soetomo Bentuk Kolucuya
21 Perguruan Silat Rebutkan Piala Wali Kota