Ony Radjaloa Atlet Tembak dari Polri

Ony Radjaloa Atlet Tembak dari Polri

Potretkota.com - Siapa yang tidak mengenal Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ony Radjaloa, S.I.K. Perwira yang menjabat Kepala Bagian Sumber Daya Polrestabes Surabaya ini selain dikenal disiplin, juga terkenal sebagai atlet menembak dari Polri.

Perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang lahir pada tanggal 13 Oktober 1963 ini dalam prestasinya, pernah mencetak juara Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1989 mewakili Provinsi Jambi. “Ini pertama kali saya ikut kejuaraan,” katanya, Kamis (5/4/2018).

Dilapangan Tembak Arjuna Polrestabes Surabaya, pada Potretkota.com istri Kasat Intel Polres Banyuwangi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Amir Mahmud ini mengkisahkan awal proses menjadi atlet di Polri. “Awalnya saya ikut latihan tembak sejak menjadi polisi tahun 1983,” ujarnya.

Karena aktif belajar menembak, tak heran jika Ony dipercaya menjadi instruktur menembak di Lembaga Pendidikan Polri Sekolah Polisi Wanita, Jakarta. Selama menjadi instruktur menembak itulah ibu satu anak ini akrab dengan berbagai jenis senjata api.

Sebagai atlet menembak, perempuan yang saat ini tinggal dikawasan Gedangan Sidoarjo menguasai dua kelas kategori menembak, yaitu "sport pistol" dan "air pistol", kaliber 22 dan 38.

“PON pertama merupakan momen yang tak terlupakan. Karena waktu itu sport pistol dapat medali perak, untuk kategori beregu dapat emas. Sejak itulah orang-orang mulai mengenal saya sebagai atlet menembak,” terang Ony.

Sejak menjuarai PON di Jambi, Ony tidak pernah absen mengikuti PON di tahun-tahun berikutnya dan langganan mendulang medali emas maupun perak dan perunggu di kelas sport pistol dan air pistol. “Saya kembali ikut PON tahun 2000 hingga terakhir di Bandung tahun 2016,” ujarnya.

Ony mengaku, saat di Polda Jatim ia juga pernah mengikuti kejuaraan internasional, prestasi tertingginya adalah meraih medali perunggu Sea Games yang berlangsung di Filipina tahun 1991 dan tahun 1994.

Jika dihitung, hingga kini Ony telah mengoleksi sebanyak 7 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu dari kejuaraan PON dan Sea Games. “Kalau dengan kejuaraan yang kecil-kecil malah lebih banyak lagi,” tukasnya.

Ibu dari anak usia 14 tahun bernama Adi Nurwahyudi ini berharap, jika mendapat izin, sebelum pensiun ia ingin kembali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada tahun 2020, di Papua. “Saat ini saya sedang mempersiapkan diri, targetnya harus dapat emas,” pungkasnya. (Hyu)

Koruptor PT Dok dan Perkapalan Ditahan Kejaksaan
Terindikasi Korupsi, Agus Imam Sonhaji Dimutasi