OTT Reskrim Polrestabes Surabaya Salah Tangkap

OTT Reskrim Polrestabes Surabaya Salah Tangkap

Potretkota.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dibanggakan Satreskrim Polrestabes Surabaya ternyata isapan jempol belaka. Tertuduh pungli menang dalam praperadilan.

Imam Mahmudi, pengacara salah satu pelaku yang diduga pungli mengaku, penetapan tersangka tidak terbukti dalam praperadilan.

"Penangkapan tidak sah. Penetapan sebagai tersangka tidak sah. Penahanan tidak sah. Perpanjang penahanan tidak sah. Pertimbangan putusan tersebut karena tidak cukup bukti," kata Imam pada wartawan, baru-baru ini.

Menurut Imam, kasus yang  menimpa kliennya terkesan dipaksakan. "Uang itu yang disita kan uangnya pak Jusup pribadi didalam ruangan imigrasi," ungkapnya.

Masih Imam, dalam hal ini Reskrim Polrestabes Surabaya bisa dikatakan salah tangkap. "Yah bisa dikatakan salah tangkap dan semena-mena oknum polisi tersebut. Kalau bicara tertangkap tangan tentunya mengacu Pasal 1 ayat 19 KUHAP. Faktanya ditangkap ditempat berbeda yang berbeda, dan tidak menemukan uang yang dituduhkan. Melakukan penangkapan itu harus mengacu pasal 17 KUHAP. Bagaimana menangkap tidak ada bukti permulaan. Seharusnya kalau propesional harus dilepas kok malah ditahan," jelasnya.

Kendati demikian kalah praperadilan, Reskrim Polrestabes Surabaya hingga saat ini belum mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). "Pelaku yang ditangkap diwajibkan lapor. Ini apa maksudnya oknum-oknum penyidik ini. Padahal seharusnya tidak cukup bukti di SP3," tegasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M Sinambela, hingga saat ini tidak dapat dikonfirmasi.

Untuk diketahui, Jusup Ginting (34) pegawai yang menjabat sebagai Kasubsi Imigrasi Klas 1 Tanjung Perak Surabaya, dan Al Malik Wahyudi (43) waga Benowo Surabaya dianggap calo, ditangkap Reskrim Polrestabes Surabaya. Alasan penangkapan, lantaran keduanya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilingkungan Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya.

Tidak lama, istri Al Malik Wahyudi, Magdalena Indah S, melakukan praperadilan. Sesuai No 50/Pid.Pra/2017/PN SBY, pemohon melakukan pra terhadap Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Cq. Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya.

Dalam putusannya, Hakim Yulisar menyatakan, penangkapan terhadap Al Maliq Wahyudi dan perpanjangan penahanan No. 06/0.5.42/Fdl/11/2017 tidak sah. (Hyu)

BMC All Bikers Surabaya Peduli Korban Bencana Pacitan
Park Hae Jin Dituntut 8 Tahun Penjara, Park Insung 7 Tahun Saja