Pabrik Plastik Ponpes Alfalah Buang Limbah Ngawur

Pabrik Plastik Ponpes Alfalah Buang Limbah Ngawur

Potretkota.com - Pabrik pengelolaan dan penggilingan daur ulang biji plastik yang ada di Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan dikeluhkan warga. Pasalnya pabrik tersebut telah membuang limbah busa sembarangan di sepanjang sungai yang aktif digunakan oleh warga Desa Tawangrejo, Jumat (14/02/2020).

Atas kejadian itu, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan beserta warga setempat meninjau ke tempat lokasi kejadian.

Susanto warga setempat mengatakan, awal mula melihat banyak busa disungai hingga menggunung. Entah berasal dari mana? infonya dari Pabrik plastik saja. "Busa tersebut berada disepanjang aliran sungai setempat," katanya.

Sedangkan ditempat lokasi kejadian, staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Khoiron menyampaikan timnya sudah menemukan asal Busa tersebut. "Sejauh dilokasi, kami masih menyelidiki masalah ini. Kami sudah ambil sempelnya dan selanjutnya akan kami bawa ke laboratarium. Hasilnya nanti kita panggil penanggung jawabnya. Mengenai dokumen perijinan, diduga tak memiliki ijin dari dinas terkait," ucapnya.

Sementara Satpol PP Kabupaten Pasuruan, bagian oprasi dan pngawasan, Gito R, mengaku masih kordinasi dengan pimpinan. "Kami juga belum berani mengambil keputusan. Sebab masalah ini butuh langkah dan kordinasi dari dinas terkait, salah satunya DLH Kabupaten Pasuruan. Jadi masih perlu dikaji, karena acuan kami tergantung pada DLH," singkatnya.

Terpisah, penanggung jawab pabrik plastik, Royan menyampaikan mohon maf atas kecerobohan tumpahnya obat bibit sabun di pabrik yang mengakibatkan sepanjang sungai lingkungan menajadi berbusa.

"Tumpahnya obat itu berasal dari kebocoran drum sehingga mengalir ke saluran terus ke sungai. Akan tetapi sebenarnya obat bibit sabun jenis texsapol tersebut tidak berbahaya, sebab obat itu sama halnya seperti sabun cuci biasa. Kegunaan obat itu untuk mencuci material biji plastik. Jadi pabrik plastik ini tempat produksi pengelolaan dan penggilingan daur ulang biji plastik dan hasil kepinganya di jual di perusahaan lain yang membutuhkan," dalinya.

Menurut Royan, penjualan biji plastik untuk membiayai keperluan para santri di Pondok Pesantren (Pompes) Alfalah yang ada di Kecamatan Beji. Mengeni pabrik tersebut beroprasi kurang lebih 1,5 tahun. "Karena para santri ini membutuhkan biaya biar kecukupan kesehari harinya, makanya kami coba mengelola rosokan plastik dan di daur ulang biar menghasilkan," akunya. (Mat)

Honorer Surabaya Ngeyel Dihukum 8 Bulan Penjara
Pelindo III Bangun Area Melasti untuk Warga Bali