Pasar Sembayat Gresik Disoal

Pasar Sembayat Gresik Disoal

Potretkota.com - Meski sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) No 22 Tahun 2020, tentang pedagang yang tidak berKTP Gresik harus menutup dagangannya, namun diduga masih saja ada pedagang luar daerah Gresik berjualan dipasar Sembayat, Manyar, Gresik.

"Gara-gara adanya pedagang sayur dari luar daerah, yang jual ngedrop disini, jadi penjualan sayur sekarang sepi. Karena para pelanggan kami ganti arah beli disana semua. Pelanggan kebanyakan beli disana, wong harganya selisih jauh antara Rp 4 sampai 5 ribu," kata Hudi selaku pedagang sayur di Pasar Sembayat baru-baru ini.

Selain mengeluh adanya pedagang luar daerah yang masuk jual di Pasar Sembayat, Hudi juga mengeluhkan sikap pengurus perangkat Desa Sembayat. Disaat para pedagang berkeluh kesah dan mengadu dibalai desa termasuk kapala desa sembayat, namun terkesan tutup mata tidak ada tindakan sama sekali.

"Sudah ada pertemuan, dan perjanjiannya pedagang luar harus mengikuti harga pedagang sayur lokal. Tapi hingga saat ini, masih tetap saja harganya jauh lebih murah sana (pedagang luar), perangkat desa pun tidak ambil sikap. Jelas kami para pedagang sayur sepi, apalagi saat ini suananya pandemi," tambah Hudi.

Menurutnya, dipasar sembayat ada sekitar 300 pedagang, dan tiap harinya ada tarikan Rp 2 ribu tanpa karcis pasar. "Kata juru tarik (Bu Ina), uang itu disetorkan ke balai desa. Namun selama ini keluhan para pedagang tidak dipedulikan. Dengan adanya pedagang lain masuk wilayah sini, merusak harga pasaran," jelasnya lagi.

Sementara, Rian selaku pengurus pasar desa Sembayat, membenarkan bahwa uang tarikan pasar masuk desa. "Iya mas itu perintah Pemerintah (Desa)," singkatnya, dikonfirmasi melalui selulernya.

Saat dikonfirmasi soal pasar, Kepala Desa (Kades) Sembayat Amin malalui Seketaris Desa (Sekdes) sembayat, Abidin mengaku tidak tau menahu soal pasar. "Malah aku engga ngerti. Ini pedagang apa? Desa hanya menarik (pedagang) sesuai dengan yang tertera di karcis, itu ada aturannya. Dan uang yang masuk juga sesuai Perdes (Peraturan Desa). Saya hanya bisa jawab ini sesuai tupoksi saya," akunya, pada Potretkota.com, Selasa (8/9/2020) tanpa menyebut Perdes nomer dan tahunnya.

Atas keluhan pedagang, sayangnya Camat Manyar, M Nadlelah belum berhasil dikonfirmasi. (Ip)

Kelompok KKN 49 Unusa Beri Pelatihan Tali Kur
Pedagang Online Jual Cula Badak Rp 150 Juta