Pasutri Banyu Urip Dihukum 18 Tahun Penjara

Kurir Sabu dan Ekstasi

Pasutri Banyu Urip Dihukum 18 Tahun Penjara

Potretkota.com - Pasangan suami istri (Pasutri) Muhammad Nova dan Rani Nur Ramadhianti alias Ratu diputus bersalah terkait peredaran sabu seberat 10 kg dan 65 butir pil ekstasi. Ketua Majelis Hakim Fadjarisman dalam amar putusan menghukum para terdakwa pidana penjara selama 18 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara.

Majelis Hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) para terdakwa telah terbukti bersalah secara sah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Untuk para terdakwa diputus dengan pidana penjara selama 18 tahun," kata Fadjarisman di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/11/2020).

Perlu diketahui, Kamis 19 Maret 2020 lalu, Mohammad Nova mendapat telepon dari seorang perempuan untuk mengambil tas koper di kamar nomor 780 Hotel 88 di Jalan Kedungdoro Surabaya. Untuk mengambil tas berisi narkotika, terdakwa harus mengambil kunci terlebih dahulu di toilet ayam geprek Jalan Tegalsari Surabaya.

Setelah mendapatkan tas koper tersebut, para terdakwa dengan mengunakan mobil inova langsung menuju ke rumah Jl Ngagel Mulyo Surabaya. Saat dibuka, koper tersebut ternyata berisi 10 bungkus teh cina yang didalamnya terdapat sabu dengan berat total 10 kilogram, dan pil extacy sebanyak 65 butir.

Selanjutnya para terdakwa berpindah tempat di kost Jalan Bronggalan Sawah Surabaya. Untuk upah penerimaan dan pengiriman narkoba tersebut, para terdakwa mendapatkan Rp 7 juta dan Rp 2 juta untuk sewa mobil, yang ditransfer ke rekening terdakwa Muhammad Nova.

Sedangkan, yang bertugas mengirimkan atau meranjau sabu sebanyak 10 kg tersebut tersebut adalah saksi Muhammad Maftuh Setiawan dan Andiono (keduanya berkas terpisah) ke pembeli di Jl. Arjuno Surabaya sebanyak 3 kg.

Selasa 07 April 2020 sekitar pukul 20.00 Wib bertempat di rumah kontrakan, para terdakwa ditangakap oleh petugas kepolisian. Saat penangkapan, ditemukan barang bukti berupa 6 bungkus plastik berisikan sabu, dengan berat kurang lebih 6.904 gram beserta bungkusnya.

Berdasarkan surat dakawaan, terdakwa pasutri asal Banyu Urip Blok C Surabaya mendapatkan barang haram tersebut dari Karim Novianto alias Begejel (DPO). (Tio)

LSM Pusaka Monyoal Bawaslu Kota Pasuruan
Pelindo III dan KAI Kolaborasi Optimalkan Aset