Pemalsu KTP Dituntut 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Pemalsu KTP Dituntut 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Potretkota.com - Sidang lanjutan pekara pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan terdakwa pasangan suami istri (Pasutri) Anwar Soetiono dan Selvi warga Pradah Kali Kendal Surabaya memasuki agenda tuntutan. Kedua terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chalida K. Hapsari dituntut 1 tahun dan 3 bulan penjara.

"Untuk para terdakwa masing-masing dituntut dengan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara," kata JPU di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Mendengar tuntutan tersebut Majelis Hakim memberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan baik secara lisan maupun tertulis.

"Saya minta ampun pak, tidak mengulangi lagi," kata terdakwa Silvi, ditambahkan oleh suaminya Anwar Soetiono. "Anak kami masih kecil-kecil yang mulia," timpalnya.

Untuk diketahui terdakwa pasutri nekat memalsukan KTP dengan biaya masing-masing Rp 400 ribu melalui Hariyanto. Data yang dipakai yakni identitas lama diganti nama baru. Selvi diganti nama Dewi Anggraini dan Anwar Soetiono diganti nama Sugiharto Sayogo. Alasan ganti KTP, karena data kedua terdakwa sudah di blacklist oleh Bank.

Dimana Hariyanto menyuruh Eko Widodo untuk mencetakkan KTP tersebut ke Hadi (DPO) yang bisnya nongkrong di Dispendukcapil kota Surabaya (Siola)

.Atas perbuatan kedua terdakwa, Selvi dan Anwar didakwa oleh JPU Chalida K.Hapsari melanggar Pasal 96A Jo Pasal 8 ayat (1) huruf c UU RI No 24 Tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan Jo Pasal 55 ayat (1) KUHpidana. (Tio)

KLHK Menahan Pembalak Kayu Ilegal di Raja Ampat
JPU Tuntut Honorer Surabaya 1 Tahun Penjara