Pembunuh Anggota PSHT Disidangkan

Pembunuh Anggota PSHT Disidangkan

suarahukum.com - Moch Tiyok (24) pemuda asal Balong Sari, Tandes Surabaya dan Moch Jafar (24) pemuda asal Pogot, Kenjeran Surabaya ini adalah kedua terdakwa yang terlibat kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap dua anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) hingga meninggal dunia.

Kedua oknum Bonek (Bondo Nekad) ini disidang secara terpisah oleh Ketua Majelis Hakim Syifa Urosidin diruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Kamis (4/1/2018).

Dalam persidangan agenda dakwaan tersebut, berkas dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya. Keduanya didakwa Pasal 170 Ayat (2) Ke-3 KUHPidana dan Pasal 251 KUHP.

"Terdakwa setelah mendapat broadcast ajakan penghadangan dan balas dendam terhadap kelompok pendekar PSHT, lalu melakukan pengejaran dan memukul korban menggunakan bambu, hingga mengalami luka parah dan patah tulang serta adanya benturan keras di kepala yang menyebabkan pendarahan otak hingga tewas," kata Jaksa Irene dipersidangan.

Untuk diketahui, kronologi kejadian tersebut pada hari Sabtu tanggal 30 September 2017. Berawal dari rombongan Bonek yang hendak menonton pertandingan sepak bola di Gelora Bung Tomo melintas di jalan Romokalisari Surabaya. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan PSHT yang hendak menuju Gresik. Terjadi salah paham, terjadi bentrok antara ketua rombongan tersebut.

Hal ini mengakibatkan beberapa Bonek terluka, kemudian setelah selesai pertandingan sepakbola massa Bonek berkumpul di SPBU Tandes Surabaya, untuk melakukan balas dendam di Jl. Balongsari Surabaya. Dan sekitar Bundaran Jl. Karangpoh, Bonek menghadang rombongan PSHT yang balik dari Gresik.

Melihat rombongan datang, korban tak lama dipukul oleh pelaku dengan menggunakan bambu secara bersama-sama dengan massa Bonek lainnya. Sehingga mengakibatkan korban anggota kelompok PSHT, yakni Muhammad Anis dan Aris Eko Ristanto tewas. Bukan hanya itu, sepeda motor korban juga dibakar oleh ribuan massa bonek.

Dalam kejadian tersebut petugas berhasil meringkus oknum Bonek yang diduga sebagai Provokator utama yakni diantaranya MG dan MS beserta barang bukti berupa 2 batang Bambu, 1 jaket sweater warna hitam, 1 buah celana pendek, 1 buah topi hitam, 1 unit handphone BlackBerry, 2 jaket kain jumper, 1 buah celana panjang abu-abu, 1 unit handphone merk Samsung beserta memorinya dan kartu sim operator Simpati.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti dari TKP yaitu 1 unit motor CB nopol S 4353 DT, 8 batang bambu, 6 batang kayu balok, 2 batang pecahan bambu, 1 kaos merah kaos hitam, 1 celana pendek, 1 celana dalam Cokelat, 1 celana pendek abu-abu, 1 celana kolor warna biru.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka ini dijerat Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dan dan Pasal 251 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (SA)

Kinerja Ketua PBSI Jatim Dikeluhkan
Uang Nasabah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Digelapkan