Pemkab Situbondo dan PTPN XI MoU  Bisnis Wisata

Pemkab Situbondo dan PTPN XI MoU Bisnis Wisata

Potretkota.com - Mendukung Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam hal pengembangan potensi bisnis agrowisata dan industri gula, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI melakukan MoU guna mengembangkan agrowisata di kawasan sekitar Taman Nasional Baluran. Dukungan dan MoU tersebut berlangsung di Kantor Bupati Situbondo pada Senin 8 Januari 2018.

Direktur Utama PTPN XI M. Cholidi dalam siaran persnya mengaku, rencananya kawasan Taman Nasional Baluran dibangun 20 unit resort yang dilengkapi dengan wisata outbond juga terdapat pantai Baluran yang berjarak sekitar 1 km. "Lahannya sudah dibeli seluas 367 ha, dan resortnya sudah dalam tahap pembangunan, dan untuk aksesnya juga akan kita siapkan," katanya.

Cholidi juga mengatakan, pihak Pemkab Situbondo juga turut mendukung dalam pengembangan wisata tersebut, salah satunya dengan mempermudah izin-izin pembangunan kawasan wisata.

Selain membangun Agrowisata di Taman Nasional Baluran, PTPN XI juga ingin mengembangkan wisata heritage di PG Olean. Karena, ditempat tersebut memiliki sejarah menarik peninggalan zaman Belanda.

"Di Situbondo, kami juga ingin melakukan rehabilitasi pasar tradisional di depan PG Assembagoes menjadi business center agar kawasan di sekitarnya bisa bagus dan bersih," terang Cholidi.

Sementara, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menambahkan, rencana PTPN XI dalam mengembangkan bisnis wisata itu sejalan dengan program Pemkab Situbondo yang kini sedanag berbenah menata sektor pariwisata.

"Kita harus siapkan destinasi wisata dengan baik, karena target pemerintah adalah pembangunan jalan tol dari Surabaya sampai Banyuwangi. Ini menjadi potensi bagi Situbondo agar disinggahi oleh turis," jelas Dadang.

Dadang berharap, PTPN XI dan investor lainnya ke depan mau mengembangkan perhotelan karena Situbondo masih sangat kekurangan hotel yang layak bagi wisatawan. (BJ/Mt/SA)

Tour de Indonesia 2018 Undang Pembalap Luar Negeri
Daftar Pilgub Jatim, Gerindra Disebut Minta La Nyalla Rp 170 Miliar