Pemkot Surabaya Bangun Rusun Diatas Tanah Waris

Masih Terdapat Makam Tahun 1965

Pemkot Surabaya Bangun Rusun Diatas Tanah Waris

Potretkota.com - Pemkot Surabaya tengah membangun Rusun Gunung Anyar, senilai penawaran PT Tectonia Grandis 19.533.411.725,97. Proyek lanjutan sekarang ini sedang digarap PT Mustika Persada. Namun sayang, proyek ini berdiri diatas tanah seluas 16.450 meter persegi yang diklaim milik ahli waris Djaeni.

"Buktinya ada makam orang tua saya didalam sana (proyek Rusun Gunung Anyar)," kata Djaeni kepada Potretkota.com, Jumat (27/3/2020).

Menurut Djaeni, awal makam berdiri karena saat itu orang tuanya bernama Amat dibunuh karena dianggap Gembong PKI, tahun 1965. "Waktu itu bapak ga boleh dikubur dimakam umum dekat Kelurahan. Akhirnya bapak dimakamkan ditanahnya sendiri," ungkapnya.

Amat sendiri, diakui Djaeni memiliki 2 istri, yang pertama bernama Wiji dan Toekilah. Dari Wiji mendapatkan dua anak, sedangkan Toekilah tidak mempunyai anak. "Ibu Wiji sampai sekarang masih hidup usianya sekitar 95 tahun, tapi pendengarannya kurang baik," terangnya.

Wiji menuturkan kepada Djaeni, jika tanah miliknya di Gunung Anyar Sawah dibeli tahun 1952 seharga Rp 200 ribu. "Dulu ini hutan sehingga dicetak menjadi sawah selama 7 tahun, sehingga muncul surat yang terdaftar di dinas pertanahan Surabaya," urainya.

Selama ini, pria kelahiran 1952 ini yang tinggal di Tulungagung tidak tau keberadaan tanah milik orang tua tirinya di Gunung Anyar Sawah. Taunya setelah Toekilah meninggal akhir tahun 2018, terlebih-lebih tanah sudah di pasang papan aset Pemkot Surabaya dan dibangun rusun. "Kalau pun masih ada orang tua, saya engga berani membahas warisan," ujarnya.

Sementara, Endang Supriyati anak dari alm Djufri kakak kandung Djaeni kecewa dengan Pemkot Surabaya karena membangun Rusun tanpa sepengetahuannya. "Itu (Pemkot Surabaya) membangun dasarnya apa. Kalau beli, beli dari siapa? Karena sampai sekarang tidak ada jual belinya," keluhnya.

Endang mengaku sudah lama mengurus dan mengirim surat tanah atas nama Toekilah kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, namun tidak ada jawaban yang memuaskan. "Dibalas surat data dianggap kurang lengkap sehingga tidak dapat ditindaklanjuti. Terus saya harus mengadu ke siapa?" pungkasnya.

Terpisah, Pelaksana RW IV Gunung Anyar Sawah Prawoto mengaku, tidak tau menahu masalah aset Pemkot Surabaya, apalagi ada yang mengaku sabagai ahli waris tanah yang sudah dibangun rusun. "Asal usul aset Pemkot saya tidak tau. Yang saya tau ada lahan kosong sudah ada papan nama tertulis aset Pemkot Surabaya, tertancap sekitar tahun 2000an," jelasnya.

Karena itu, Prawoto saat awal menjabat sebagai RW tahun 2013, kemudian mengajukan lahan kosong tertulis aset Pemkot Surabaya yang ada diwilayah tersebut dipakai untuk sekolah SMP, SMU, rumah sakit hingga perluasan makam. "Saya hanya ingin sebagai Kota, wilayah sini (Gunung Anyar Sawah) tidak ketinggalan. Kemudian saya usulkan pembangunan ke Lurah saat itu Bu Anita Hapsari sekarang Camat Jambangan," bebernya.

Prawoto merasa heran, aset Pemkot Surabaya yang sudah diklaim ahli waris Toekilah, kenapa baru saja disoal. "Kalau itu tanah orang tuanya, kenapa tidak diurus dari dulu? Kenapa baru sekarang?" pungkasnya. (Hyu)

Satlantas Polres Pasuruan Semprot Disinfectant
Polres Pasuruan Terapkan Physical Distancing