Penetapan Pasal 127 WNA Korea Patut Disoal
Park Hae Jin (kanan) bersama kuasa hukumnya (kiri)

Penetapan Pasal 127 WNA Korea Patut Disoal

Potretkota.com - Pasal 127 ayat 1 huruf (a) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang diterapkan pada terdakwa Park Hae Jin patut disoal.

Kepala Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Drs Toni Sugiyanto mengaku, bahwa penetapan pasal itu semua kewenangan dari penyidik. Dari penyidik pelaku bisa dikategorikan bandar, pengedar, pemakai ataupun penyalahgunaan narkotika.

"Terkait kasus Park Hae Jin, kami dari BNNP hanya memberi Acc terkait pengajuan ataupun rekom yang diberikan oleh penyidik kepada BNNP melalui Tim Assessment Terpadu (TAT)," kata Toni kepada Potretkota.com di kantor BNNP Jatim, Kamis, (14/12/2017).

Kedua terdakwa yakni Park Hae Jin dan Park ingsung alis Justin Park sudah terdaftar di BNNP Jatim dan dikeluarkan surat Assessment, pada tangal 8 Agustus 2017 lalu. "Melalui tim kuasa hukum dan tim medis, keduanya (Park Insung dan Park Hae Jin) dikeluarkan rehabiitasi tanggal 8 Agustus 2017," terangnya

Pemberian assessmen harus sesuai SOP yang sudah ditentukan. "Apabila barang bukti lebih dari satu gram, maka saya tidak akan acc", tegas Toni.

Sementara itu ditempat terpisah, Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal Saiful Fathon melalui Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetyo menjelaskan, enggan menangapi serius lantaran kasus ini sudah masuk persidangan. "Kasus ini sudah masuk kepersidangan, jadi lansung koordinasi sama pengacara terdakwa," jelasnya.

Disingung munculnya Pasal 127 adanya intervensi dari pihak Consulate Korean Embassy, Anton menepisnya. "Tidak benar adan intervensi. Memang benar Consulate Korea datang ke Polrestabes, namun hanya klasifikasi terkait warganya", pungkasnya.

Pernyataan BNNP Jatim Toni Sugiyanto dan Anton terkesan aneh. Dalam perkara No 2770/Pid.Sus/2017/PN SBY, dijelaskan jika terdakwa Park Hae Jin alias Mr Park disidang oleh Jaksa Farkhan Junaedi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya.

Untuk diketahui, terdakwa Park Hae Jin (44) asal Korea, dalam perkara No 2770/Pid.Sus/2017/PN SBY disidang oleh Jaksa Farkhan Junaedi. Dijelaskan dalam dakwaan, saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa dua poket sabu berat sekitar 0,46 gram dan 0,64 gram beserta bungkusnya, sebuah buah pipet kaca yang masih ada sisa sabu dengan berat sekitar 3,56 gram, dan seperangkat alat hisap sabu.

Terdakwa Park Hae Jin ditangkap atas nyayian terdakwa lain Park Insung alias Justin Park (berkas dipisah perkara No 2771/Pid.Sus/2017/PN SBY) yang disidangkan Jaksa Agung Rokhaniawan. Park Insung sendiri ditangkap anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya di Tower A Apartemen Water Place, unit 2512 Surabaya, Kamis (15/6/2017) malam. (Tok)

Tim Putri Perbaikan Peringkat di Kejurnas Bola Voli Junior 2017
KPK Bongkar Grafikasi dan Jual Beli Jabatan di Nganjuk