Pertumbuhan Ekonomi di Surabaya Mines 4,8 Persen

Gubernur Jatim Naikan Upah Buruh

Pertumbuhan Ekonomi di Surabaya Mines 4,8 Persen

Potretkota.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 sebesar Rp 1.891.567 atau naik Rp 22.790 (1,22 persen) dari UMP tahun sebelumnya Rp 1.868.777. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 22,8 ribu atau 1,22 persen dibanding UMP tahun 2021.

Menanggapi kenaikan UMP ini, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Achmad Hermas Thony menyebut, penetapan tersebut, sangat besar pengaruhnya terhadap Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Pastinya telah menimbang berdasarkan situasi yang berkembang.

“Kita senang kalau upah buruh itu naik, dan itu mimpi kita semua. Semua pihak tentu tahu, seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur berperang melawan Pandemi hampir 2 tahun, maka tentu semua pihak sangat paham, bahwa di semua lini terkena imbasnya. Dan, banyak perusahaan merugi, banyak perusahaan yang mati, bahkan gulung tikar,” kata Thony.

Thony tak menampik fakta perusahaan-perusahaan yang saat ini masih ada, bisa dipastikan bahwa perusahaan-perusahaan itu memiliki ‘daya tahan’ yang luar biasa. “Andaikata mereka tutup maka karyawannya sudah tidak bisa bekerja. Kalau sekarang masih ada perusahaan yang buka dan masih kita dorong bersama-sama untuk bangkit, kemudian sekarang dihadapkan pada persoalan buruh meminta kenaikan UMP,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengungkapkan, bukannya mau mengabaikan kepentingan buruh. Tapi ketika tuntutan buruh itu harus dipenuhi, hal tersebut akan sangat membebani para pengusaha, dimana saat ini sedang didorong untuk kembali pulih seperti sebelum Pandemi. “Kami ini tidak mengabaikan kepentingan buruh, tapi kami melihat secara berimbang, antara buruh dan pengusaha,” urainya.

Oleh karena itu, Thony meminta beberapa pihak harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Misalnya, adanya kebiasaan di kelompok dalam setiap tahunnya ada kenaikan upah. “Kita bisa mengurangi sebuah tradisi yang sering kali nampak dalam setiap tahun selalu ada tuntutan kenaikan upah,” ujarnya.

Ditambahkan Thoni, ada perbandingan pertumbuhan ekonomi sebelum dan sesudah ada Pandemi. “Di Surabaya itu pertumbuhan sebelum Covid 5,2 persen. Setelah covid mines 4,8 persen, hampir 10 persen. Ini bukan angka yang main-main,” tukasnya.

Melihat penurunan 4,8 persen, Thony tak menampik pekerja sangat berharap perusahaannya tidak tutup. “Saya mendengarkan sendiri. Seperti di Jalan Sudirman, mereka ingin tetap bekerja, asal perusahaan tidak tutup. Itu artinya sekarang buruh yang bisa bekerja, itu juga luar biasa,” jelasnya.

Oleh karena itu, jelang penetapan UMK Surabaya, Thoni berharap, semua pihak menyadari kondisi ekonomi pasca pandemi yang mengalami penurunan, dimana dampaknya juga akan memperngaruhi penetapan UMP dan UMK. “Nah sekarang ini kan masa recovery sedang dilakukan, antara buruh dan pengusaha bisa saling mengerti. Supaya apa? Supaya stabilitas ekonomi masih bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Kalau tidak ada saling mengerti, Thony khawatir banyak perusahaan yang akan menarik diri dari dunia usaha. “Karena kalau terjadi sebuah tuntutan harus naik, harus naik, harus naik. Kami bisa memahami, dipastikan akan banyak perusahaan-perusahaan yang akan mengajukan permohonan untuk menghentikan buruh,” ulasnya.

Jadi, lanjut Thony, inpact dari tuntutan buruh yang tidak bisa membangun rasa saling pengertian dengan kondisi saat ini, maka akan banyak buruh yang berhenti bekerja. “Jadi akan terjadi PHK massal, karena mereka (pengusaha) tidak memiliki kemampuan untuk menggaji,” urainya.

Diakui Thony, beberapa hari ini dirinya sudah berkoordinasi dengan para pemangku kebijakan di Pemkot. “Saya sudah berkoordinasi dalam forpimda, kita sudah ngobrol-ngobrol walaupun itu sifatnya informal. Bahkan kita ini pernah pemohon dengan hormat kepada pengusaha agar tidak tutup. Tapi faktanya bagi yang tidak mampu bertahan mereka terpaksa tutup,” jelasnya.

Untuk itu ia meminta Pemkot perlu memfasilitasi data tentang struktur kondisi perekonomian terkini, dan disajikan secara transparan. “Biarkan masyarakat mengerti, buruh mengerti, sehingga nanti akan ada solusi. Solusinya nanti teposeliro, sebagai jalan tengah,” pungkasnya. (Mar)

Penipu Nasabah Rp 1,2 Miliar Akhirnya Ditahan
Gus Ipul Minta Pelayanan Kesehatan Ditingkatkan