Plt Wali Kota Surabaya Tidak Temui Pendemo YKP

Plt Wali Kota Surabaya Tidak Temui Pendemo YKP

Potretkota.com - Setelah muncul surat SP3 dari Kejati Jatim, arek Suroboyo meluruk Pomkot Surabaya. Pendemo minta, aset yang diserahkan harus berguna untuk warga Surabaya.

"Aset-aset yang dikembalikan, harus bermanfaat dan berguna untuk masyarakat Surabaya, khususnya warga yang tidak punya rumah," kata Setiyo Winarto saat berorasi, Rabu (3/2/2021).

Alasan itu dilontarkan Winarto, sapaan akrab Setiyo Winarto, karena penduduk di Surabaya tidak banyak yang belum memiliki rumah. "Padahal YKP didirikan untuk rumah atau perumahan. Bukan untuk lainnya, tapi kenapa saya melihat banyak warga Surabaya yang ngekos dan masih kontrak," tambahnya.

Dalam aksinya, Winarto juga meminta agar para pihak transparan soal audit YKP. Karena selama ini, aset masih multitafsir. "Ada yang bilang 10 triliun, ada yang 30 triliun, ada yang 60 triliun. Yang benar yang mana," urainya.

Winarto juga menyesalkan atas keluarnya SP3 dugaan korupsi YKP yang tersiar baru-baru ini. "Hasil audit belum tau, kok sudah di SP3. Ini kan aneh. Harusnya semua transparan dalam memeriksa dugaan korupsi, apalagi ini bernilai triliunan rupiah," pungkasnya.

Dalam aksi ini, pendemo tidak berhasil memenuhi Plt Wali Kota Surabaya, Wishnu Sakti Buana ataupun jajaran pejabat lainnya. Alasannya, para pejabat Pemkot Surabaya sedang ada rapat. "Pak Wisnu, Sekkota ataupun Humas sedang rapat. Jadi tuntutannya akan kami sampaikan," pungkas Widyo yang mengaku dari pegawai Bakesbang Linmas Penanganan Konflik. (Tio)

Gelar Perkara KM Senja Persada Rencana Minggu Ini
Banjir di Kepulungan Terjang Puluhan Rumah