Prestasi Turun, Pengurus PBSI Jatim Menuai Kritik
foto dok. PBSI Jatim 2016

Klub Badminton Jatim Butuh Perubahan Total

Prestasi Turun, Pengurus PBSI Jatim Menuai Kritik

Potretkota.com - Menurunnya prestasi bulu tangkis di Jatim adalah kegalalan meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat tahun 2016. Saat itu Jatim hanya memperoleh satu perak dan dua di ajang empat tahunan ini.

Kabid Pengembangan Olahraga Prestasi Dispora Jatim Dudi Harjanto sekaligus Wakil Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Jawa Timur memprotes kepengurusan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim.

“Yang pasti PBSI Jatim harus berubah total dan calon ketua umum harus turun langsung punya Visi Misi yang jelas, termasuk program terarah, berkesinambungan, sampai pembinaan ke daerah. Dan yang engga kalah penting harus transparan,” kata Dudi pada Potretkota.com, Jumat (2/3/2018).

Protes ini juga pernah disampaikan Ketua Koni Jatim Erlangga Satriagung. Menurutnya, PBSI Jatim terlena dengan minimnya pretasi tingkat nasinal. “PBSI Jatim dianggap terlalu sibuk sebagai pengurus pusat, ditambah lagi sepinya event dan akibatnya tidak adanya pebulu tangkis asal Jatim gagal menghuni pusat latihan (Pelatnas),” paparnya baru-baru ini.

Padahal, Erlangga menyebut, Jatim dulu dikenal sebagai gudangnya juara bulu tangkis baik nasional maupun internasional. "PBSI Jatim harus mencari terobosan agar kedepannya supremasi bulutangkis nasional bisa kembali dipegang oleh Jawa Timur," ujarnya.

Hal senada disampaikan Dewan Pakar PBSI Jatim Eddyanto Sabaruddin, ia meminta agar pengurus PBSI Jatim memperhatikan dan tidak mengabaikan klub lokal. “Ujung tombak pembinaan adalah klub. Klub ini yang harus diperhatikan. Harus duduk bersama, harus segera diselesaikan. Jangan sampai klub di Jatim ini mati semua. Apa kita mau hal itu terjadi?” pintanya.

Kondisi ini, Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto pada wartawan berharap nantinya ada perubahan total di kepengurusan PBSI Jatim. Bos PB Suryanaga itu juga mendorong tiga tokoh untuk maju dalam bursa pemilihan. Diantaranya, Bayu Wira, H. Thoriq, dan Bachrul Amiq.

“Saya berharap tiga tokoh ini bisa berkolaborasi dan membentuk satu kekuatan yang bisa mengubah prestasi Jatim ke depan. Jangan meragukan kemampuan Pak Amiq, Pak Thoriq dan Pak Bayu. Beri mereka kesempatan,” pungkas Yocob. (AH)

Ribuan Massa Bonek dan PSHT Nyaris Bentrok
Iklan Rokok Dominasi GOR Bulutangkis Soedirman