Produsen Tempe Resah Dolar Naik

Ukuran Tempe Menyusut

Produsen Tempe Resah Dolar Naik

Potretkota.com - Naiknya dolar berdampak mahalnya bahan baku pembuatan tempe. Kedelai yang diimpor dari Amerika dan Brazil ikut mengalami kenaikan yang cukup banyak. untuk menyiasati mahalnya kedelai dan mengurangi kerugian, tak heran pengrajin tempe di Surabaya terpaksa mengurangi ukuran tempe serta mengurangi jumlah produksi.

Pengrajin tempe di Tenggilis Surabaya Ghofur pada wartawan mengatakan, sebelum naiknya dolar, harga kedelai impor Rp 6500 hingga Rp 6600 perkilogramnya. Namum, kini naik drastis hingga mencapai Rp 7400 perkilogramnya.

“Kami meminta agar Pemerintah menstabilkan harga kedelai impor,” kata Ghofur baru-baru ini.

Ghofur mengaku, yang semula setiap hari memproduksi 1 kuintal setengah, kini hanya bisa memproduksi 1 kwintal 10 kilogram hingga 15 kilogram. “Bagaimana lagi, untuk menyiasati kerugian, ukuran tempe diperkecil,” akunya. (Jar)

Diperiksa Polisi, Gus Nur Dikawal FPI
Modal Tusuk Gigi, Pembobol ATM Kuras Rp 400 Juta