Proyek Komputer Rp 52 Miliar Di-sub-kan

Dikawal Kejaksaan dan Kepolisian

Proyek Komputer Rp 52 Miliar Di-sub-kan

Potretkota.com - Pengadaan komputer yang digunakan Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), bernilai Rp 52 miliar diklaim Pemkot Surabaya dimenangkan oleh PT Bismacindo Perkasa.

Namun informasi dari tim Potretkota.com, proyek ini malah ditangani oleh PT Mitra Mandiri Maju, yang berkantor dikawasan Jalan Embong Malang Surabaya. Perusahaan service komputer yang dikelolah Puguh selama ini hanya menunggu kiriman komputer dari Jakarta. "Iya benar, kami yang menangani proyek tersebut," kata salah satu pegawai Mitra Mandiri Maju.

Saat dicerca pertanyaan oleh Potretkota.com, salah satu pegawai PT Mitra Mandiri Maju yang enggan memberikan namanya ini berdalih repot. "Saya cuma jaga mas, untuk lebih jelasnya langsung ketemu sama pak Puguh atau Pemkot saja. Maaf ya mas, saya lagi repot," dalihnya.

Untuk diketahui, Proyek Dinas Pendidikan Surabaya ini digarap Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolahan Aset Pemkot Surabaya. Berdalih lelang cepat, pengadaan ini dipaksakan dua peserta saja. Tak heran jika Ombudsman Jatim menyebutnya dengan Maladministrasi.

"Kalaupun ada alasan mendesak, apakah pihak Pemkot Surabaya tidak ada perencanaan sebelumnya," terang Ombudsman Jatim, Achmad Khoiruddin.

BACA JUGA: Ombudsman: Pengadaan Komputer Rp 52 Miliar Mestinya Dibatalkan

Tudingan ini beralasan, lantaran dalam Pasal 83 (b) Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah disebut, apabila jumlah peserta yang memasukan dokumen penawaran untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya kurang dari 3 (tiga) peserta, maka lelang dinyatakan batal atau bisa dilakukan pengumuman ulang.

Agar pengadaan 5.225 unit komputer berjalan lancar dan aman dari jeratan hukum, mega proyek tahun 2018 ini dikawal Polrestabes Surabaya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Kejari Tanjung Perak Surabaya. (Tio)

Bela Bos, Pegawai Holywings Malah Dipenjara
Peras Warga Rp 20 Juta, 4 Polisi Dipropamkan