Proyek Miliaran Rupiah UT Surabaya Bermasalah

Proyek Miliaran Rupiah UT Surabaya Bermasalah

Potretkota.com - Pembangunan Gedung Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Surabaya bermasalah. Proyek tahap 1 ini telah diberi tanda silang merah oleh Pemerintah karena melanggar Perda Kota Surabaya No 7 Tahun 2009 tentang Bangunan.

Ketua RW 13 Kalirungkut Surabaya Januar kepada Potretkota.com mengaku, lokasi yang rencana dibangun UPBJJ-UT Surabaya, belum mengajukan izin secara resmi. "Kalau izin sacara lisan sudah, yang datang ngakunya dari pihak kontraktor. Tapi syarat administrasi secara resmi tidak ada," katanya, Rabu (13/10/2021).

Menurut Januar, pihak kontraktor tidak memberikan izin secara resmi ke RW dimungkinkan punya jalur lain yaitu sudah mempunyai izin dari Kementerian Pendidikan. "Saya pikir mereka sudah melengkapi kebutuhannya. Kan sekarang ini banyak yang bypass (ambil jalan pintas) RT/RW, mentang-mentang kenal pejabat," jelasnya.

Tata cara izin mendirikan bangunan, disebut Januar seharusnya melalui Kelurahan Kalirungkut Surabaya. "Kalau dari Kelurahan kan otomatis turun kebawah RW, tidak langsung asal bangun," tambahnya.

Januar tidak heran, jika proyek miliaran rupiah kemudian diberi tanda peringan silang dari Pemerintah Kota Surabaya, setelah pihak kontraktor meminta izin mendirikan rumah bedeng atau tempat singgah termasuk mendatangkan alat berat.  "Usut punya usut, ternyata izin IMB-nya belum ada," urainya.

Karena itu, Januar yang ingin memperbaiki adminitrasi tidak ingin disalahkan. "Kalau ada masalah, saya jangan diikut sertakan. Salah sendiri dari awal tidak tidak menyerahkan syarat administrasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, Universitas Terbuka membuka lelang Pembangunan Gedung UPBJJ-UT Surabaya tahap 1, di Jalan Medokan Asri Tengah, Kecamatan Rungkut Surabaya dengan nilai HPS Rp 25.522.270.000. Lelang bersumber dana APBN 2021 ini diikuti oleh 12 peserta.

Dalam seleksi, PT Bhinneka Citra Prima sebagai pelaksana menang dengan nilai tawar Rp 19.130.000.000. Konsultan Pelaksana yaitu PT Bhineka Citra Prima, untuk konsultan perencana dari PT Sulapaappa Media Utama, sedangkan konsultan pengawas ialah PT ARSS Baru. (Hyu)

Bisnis Properti Grand Wisata Prigen Belum Berizin
Tercemar Limbah, Warga Beji Minta 4 Tuntutan