Proyek Mitratel Disoal Warga Tanah Merah

Proyek Mitratel Disoal Warga Tanah Merah

Potretkota.com - Pembangunan menara Telkomsel di atas rumah warga Jalan Raya Tanah Merah Surabaya, disoal masyarakat sekitar. Pasalnya, menara Base Transceiver System (BTS) diduga selain tidak berizin lengkap juga pembagian kompensasi ke warga tidak maksimal.

"Sebelum menara didirikan, engga ada pemberitahuan sama sekali kepada warga. Dan ketika beberapa warga bertanya kepada pemilik bangunan pak Sr, dia hanya bilang dibangun begitu aja. Tapi tidak bilang dibangun menara," kata Paiman, kepada Potretkota.com, salah satu warga.

Paiman juga menganggap, atas pembangunan menara Telkomsel beberapa warga Semanggi Tanah Merah mengaku tidak dipedulikan. "Kita engga pernah dirembuk soal berdirinya tower," pungkasnya.

Sementara, Arif Fariza Humas PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) anak perusahaan Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mengaku, untuk pekerjaan ataupun perizinan diserahkan kepada CV Rosi Jaya Teknik (RJT). Menurutnya pekerjaan yang dimulai 31 Agustus 2020, total ketinggian menara 20 meter dari permukaan tanah. "Kalau warga merasa tidak ada kompensasi, nanti diukur bersama saja, sesuai radius ketinggian. Biar sama-sama enak," katanya, Rabu (9/9/2020).

Sedangkan, Arief Yanuarianto Direktur CV RJT membantah jika pekerjaan menara Telkomsel tidak berizin. Ia juga mengaku, untuk kompensasi warga ada tim sendiri. "Kita ini dapat pekerjaan sub dari Mitratel. Kalau pendirian menara ada izinnya lengkap. Tapi soal kompensasi ada tim sendiri," dalihnya.

Terpisah, Bidang Hukum Gerakan Putra Daerah (GPD), Shodiqin pendamping warga Tanah Merah menilai, bahwa pembangunan BTS harus sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri. "Berdasarkan Pasal 11 ayat (2) huruf (g), pembangunan menara harus ada persetujuan masyarakat didalam radius tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (4/9/2020) malam, di Tanah Merah Gang Semanggi Surabaya, memanas. Pasalnya, warga tidak terima atas pendirian menara yang terkesan diam saja tanpa ada sosialisasi dampak positif dan negatif proyek Mitratel. (Hyu/Har)

DPRD Pasuruan Setujui Raperda Anggaran 2020
Terdakwa Punya Assessment BNN Dituntut 4 Tahun