Puluhan Aktivis Unjuk Rasa di DPRD Pasuruan

Minta Selsaikan Kasus Masker

Puluhan Aktivis Unjuk Rasa di DPRD Pasuruan

Potretkota.com - Puluhan Aktifis mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (27/07/2020). Kedatangan mereka yaitu menuntut Badan Kehormatan (BK) terbuka soal sekandal kasus 2,5 juta masker. Sebelumnya BK memberi teguran keras kepada ‘AS’ salah satu anggota dewan yang terlibat dalam kasus masker. Akan tetapi teguran tersebut mendadak lunak.

Kordinator Aksi Zulkarnain menyebut, ada yang janggal dalam kasus proyek masker ini. "Tentunya dari awal saya sudah mejelaskan bahwasanya korelasi kekuasaan dalam adegan yang melibatkan salah satu anggota dewan yaitu inisial AS. Setelah oknum tersebut mendapat teguran keras oleh Ketua BK, tetapi setelah pembacaan dalam rapat paripurna teguran sanksi itu mendadak lunak begitu saja. Saya rasa dari alur politik yaitu partai penguasa Komisi II bermitra dengan Disperindag, dan Disperindag selaku kepala daerah dan kepala daerahnya partai penguasa dan semuanya dalam satu jalur yaitu jalur relasi spitural dan itu jelas tidak bisa dipungkiri ada abuse of pawer yang ditutupi oleh dewan," katanya.

Sebelumnya, ada tuntutan Dewan yang dikatakan pada tanggal 19 juni 2020, bahwasanya putusan itu ada pesan pelanggaran dugaan kuat. "Kemungkinan ketika dibacakan saat paripurna ada intervensi. Dari alur situ kami bebas saja menuduh begitu," ujar Zulkarnain.

Atas hal ini, pendemo menuntut yang pertama selesaikan kasus masker sekarang juga, seret pelaku tersebut. Yang kedua fungsi legislatif dalam hal ini pengawasan legislatif lemah sehingga anggotanya ada yang terlibat. "Selain itu BK juga lemah, saya harap diganti. Itulah tuntutan kami. Sekali lagi kami katakan inilah bentuk moral gerakan kami. Perlu anda lihat saat unras tadi, dimana mereka teman-teman LSM memihak dikita atau di mereka, DPRD Kabupaten Pasuruan," tandasnya Zulkarnain.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menyatakan, bahwa tugas dan kerja BK sudah selesai. BK telah melakukan fungsinya menjaga marwah lembaga Dewan dengan melakukan klarifikasi atas skandal pengadaan masker. "Tugas BK sudah selesai. Keputusan resmi BK ini yang menjadi pedoman bagi pimpinan dewan untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut," pungkasnya. (Mat)

IBS Pelindo III siap diujicobakan
Marta Susanto Gadaikan Sepada Untuk Beli Sabu