Puluhan Bukti Alat Berat Raib di Polsek Bangil

Puluhan Bukti Alat Berat Raib di Polsek Bangil

Potretkota.com - Belasan barang bukti (BB) alat berat terlhat kosong dihalaman Polsek Bangil Polres Kabupaten Pasuruan. Diantaranya, enam unit backhoe, tiga unit buldozer dan empat unit dump truck.

Kapolsek Bangil, Kompol Eko Hari Suprapto kepada Potretkota.com mengaku, tidak mengetahui hal tersebut "Sudah sekitar empat hari ini belasan alat berat tidak ada di halaman Polsek bangil. Terkait alat berat itu kami tidak tau urusannya, sebab kantor kami hanya dititipi saja dan perkaranya ditangani langsung Polres Pasuruan. Jadi kalau ingin tau jelasnya tanya langsung ke Polres Pasuruan," dalihnya, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Perkara alat berat barang bukti terparkir dibelakang halaman Polsek Bangil itu sempat ditangani oleh penyidik Polres Pasuruan sejak tahun 2019. Anehnya Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda malah mengaku tidak sedang menangani perkara pertambangan ilegal. "(Kasus) Yang mana? Tujuh lokasi yang dimana?" kilahnya.

Sebelumnya, Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa penanganan perkara tambang ilegal di wilayah hukumnya masih terus berlanjut. Dia pun menuturkan, tujuh berkas perkara itu sedang ditangani oleh penyidik Satreskrim Polres Pasuruan. Bahkan pihaknya juga sudah melayangkan panggilan kepada pemilik tambang.

Mantan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim tersebut menuturkan bahwa kendala lambannya perkara itu disebabkan pemilik tambang tidak penuhi panggilan penyidik. "Kita sudah beberapa kali panggil yang bersangkutan tapi tidak datang-datang," tutur Kapolres Pasuruan waktu itu.

BERITA TERKAIT: Kapolres: SPDP Tambang Sudah di Kejari Pasuruan

Perlu diketahui, kasus tambang kawasan Lumbung dan Banyubiru ini dilaporkan oleh anggota Polri Moh Dakhil Akbar, warga Dr Soetomo Bangil Pasuruan. Penyidik AKP Dewa Putu Prima Yogantara, mengirim berkas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Sprin-Dik/144/VI/2019/Satreskrim 26 Juni 2019 ke Kejaksaan Kegeri (Kejari) Bangil.

Polisi menetapkan terlapor Heru karena tidak memiliki izin usaha pertambangan, dengan Pasal 158 jo Pasal 37UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. (Mat)

PDIP Merekom Teno Maju Pilwali Kota Pasuruan
Direktur Illegal Logging di Raja Ampat Ditangkap