Rapor Merah Ipda Farri Leoki Tangani Narkoba
Ipda Farri Leoki, saat menangkap MN warga Kalilom Surabaya, November 2017

Rapor Merah Ipda Farri Leoki Tangani Narkoba

Potretkota.com - Baru-baru ini, nama Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kembali tercoreng karena ulah oknum. Oknum tidak lain dari Unit II dibawah Komando Ipda Farri Leoki.

Ipda Farri Leoki kembali jadi sorotan media, dikarenakan sudah mengeluarkan pelaku sabu, yakni pembeli SF warga Sidotopo Surabaya dan pengedar MH Bulak Banteng Perintis Surabaya. Keduanya dikeluarkan ada indikasi uang Rp 150 juta, yang diberikan SF dan MH secara patungan. Tak heran, jika sabu tiba-tiba berubah jadi tawas.

Meski Ipda Farri Leoki saat dikonfirmasi membantah, namun Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Agus Widodo membenarkannya. “Iya ada penangkapan tawas. Tapi kalau uang sebanyak itu, engga lah? Mana mungkin uang sebanyak itu didapat semalam,” katanya, saat ini sudah ada pemeriksaan dari Propam, Senin (3/9/2018).

BACA JUGA: Modus Tangkapan Sabu Tawas Polres Tanjung Perak

Perlu diketahui, nama Ipda Farri Leoki santer dimedia sejak Bulan Maret 2017. Nama Ipda Farri Leoki jadi buah bibir usai berhasil menangkap 7 orang pelaku sabu, disalah satu Hotel kawasan Semut Surabaya. Diduga ada uang Rp 120 juta, 6 pelaku tak lama dilepas, dan satu orang pekerja hiburan malam berinisial PTR menjalani proses hukum di Pengadian Negeri (PN) Surabaya.

Bulan November 2017, Ipda Farri Leoki diketahui pernah menggerebek pengedar berinisial MN warga Kalilom Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, penggerebekan dibantu satu kompi pasukan Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Meski hanya ditemukan alat sabu, MN tanpa melakukan pengembangan kemudian dilepas begitu saja.

Lagi-lagi, nama Ipda Farri Leoki kembali disebut-sebut telah menerima uang Rp 150 juta dari 4 pelaku yang ditangkap usai pesta sabu di kawasan Wiyung Surabaya, Desember 2017. Mereka para pelaku yang ditangkap dilepas alih-alih tidak menemukan barang bukti.

Semua penangkapan dan yang dipulangkan oleh tim Ipda Farri Leoki, modusnya sama. Yakni, sebelum dipulangkan dari Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pelaku dihadapkan dengan camera dan direkam. Didepan camera, para pelaku diperintahkan untuk tidak mengakui perbuatannya. Modus penanganan narkoba pimpinan Farri ini terkesan jika Unit II sering salah tangkap. (SA/Tio)

Stok Tambah, Elpiji 3 Kg di Surabaya Langka
Jaksa Suparlan Rehabilitasi Pengedar Narkoba?