Razia Malam, Pemilik Warung Didenda Rp 500 Ribu

Razia Malam, Pemilik Warung Didenda Rp 500 Ribu

Potretkota.com - Jelang diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan di laksanakan, Pemerintah Kota Surabaya gencar melakukan sosialisasi dan penindakan pelangaran Protokol Kesehatan (Prokes). Namun sayang, sosialisasi yang dilakukan pihak Kepolisian dan Satpol PP dikeluhkan masyarakat.

Sholeh, pemilik Warung Kopi (Warkop) di Jalan Pacar Keliling Kecamatan Tambak Sari Surabaya kepada Potretkota.com mengaku, karena melanggar Prokes, KTPnya disita. Bahkan, untuk mengambil KTPnya, ia diminta biaya Rp 500 ribu.

"Kami merasa keberatan, karena dari habis dhuhur hingga malam kami belum ada surat edaran PPKM. Kalau untuk ambil KTP, suruh bayar Rp 500 ribu, uang dari mana. Padahal omset penjualan warung kopi kurang lebih Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu," keluh Sholeh kepada Potretkota.com, Senin (11/1/2020) kemarin.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menjelaskan, untuk Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah sesui dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 67 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan dan Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19 di Kota Surabaya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 2 Tahun 2021.

"Maka dengan ini disampaikan untuk melaksanakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai tanggal 11 -25 Januari 2021," jelas Eddy.

Eddy menambahkan, bahwa kegiatan restoran (makan/minum di tempat sebesar 25 % dan untuk layanan melalui pesan/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran, dan pembatasan jam operasional untuk pusat Pembelanjaan/Mall sampai dengan pukul 20.00 WIB. "Mengijinkan tempat ibadah untuk melaksanakan ibadah dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," tambahnya.

Untuk diketahui, Sabtu 9 Januari 2021, sekitar Pukul 23.00 malam, Warkop di Jalan Pacar Keliling Surabaya didatangi oleh petugas dikeranakan pelagaran Prokes dan dilakukan penyitaan KTP terhadap penjaga warung serta adanya denda sebesar Rp 500 ribu bagi pengusaha, dan Rp 150 ribu untuk perorangan yang di transfer ke rekening Bank Jatim Kas Daerah Pemerintah Kota Surabaya. (Tio)

Komplotan Sabu Ribuan Gram Diganjar Setimpal
Saiful Bahri Tipu 8 Calon Jamaah Haji