Risma Minta Infokom Blokir Situs Bom Rakitan

Risma Minta Infokom Blokir Situs Bom Rakitan

Potretkota.com - Banyaknya bom yang meledak di Surabaya, Tri Rismaharini terlihat geram. Wali Kota meminta agar pihak Dinas Infokom segera memblokir situs berisi konten cara merakit bom.

"Mereka (teroris) semua belajar dari internet (situs perakit bom). Jadi Infokom harus bisa memblokirnya," kata Risma usai melihat suasana terbunuhnya teroris Dedi Sulistiantono (45) dikawasan Jalan Sikatan IV, Kelurahan Manukan Wetan, Tandes Surabaya, Selasa (15/5/2018 malam.

Dihadapan wartawan, Risma berharap dengan tertembaknya pelaku teroris dan jaringannya, suasana Surabaya kembali kondusif. "Saya berharap tidak ada jatuh korban lagi," tutupnya.

BACA JUGA: Sepekan di Indonesia, 4 Kota Digoyang Teroris

Seperti diketahui, suasa mencekam terjadi di Kota Surabaya sejak Minggu (13/5/2018) pagi, sesaat setelah 3 gereja diledakkan teroris, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jl Diponegoro dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Madya Utara.

Tangisan keluarga korban belum habis, Senin (14/5/2018), Markas Besar (Mako) Polrestabes Surabaya dua kali meledak oleh bom teroris. Dalam aksi maut ini, beberapa anggota jaga Polrestabes Surabaya terluka, diantaranya Bripda M Taufan, Bripda Rendra, Aipda Umar, dan Briptu Dimas Indra.

Tak mau kecolongan, dalam kurun waktu empat hari, polisi memburu dan menangkap pelaku. Data sementara yang ada, teroris yang sudah tertangkap berjumlah 17, lainnya tertembak mati. Sedangkan pelaku bom bunuh diri di gereja dan kantor polisi sudah diidentifikasi.

Suasana mencekam ini sangat menggangu masyarakat, terlebih saat ini Surabaya sedang merayakan HUT ke 725. Salah satu acara yang gagal yakni, Minggu (13/5/2018) kemarin, agenda Festival Rujak Uleg yang bakal memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan cobek terbesar se-Indonesia, tiba-tiba dibatalkan. (Hyu)

Polisi Berondong Teroris Tandes Hingga Tewas
Sambut Ramadhan, Jatim Graha Utama Gelar Donor Darah