Seruan Mogok Kerja Pelni Tidak Terbukti

Seruan Mogok Kerja Pelni Tidak Terbukti

Potretkota.com - Seruan mogok kerja nasional pekerja PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), sejak tanggal 14 September-14 Oktober 2018 sepertinya hanya gertak sambal. Lantaran, di Surabaya, PT Pelni tetap menjalankan aktivitas bekerja seperti biasanya.

"(Pelni) Cabang Surabaya tidak ada yang mogok kerja, karena kami adalah pelayan masyarakat," kata Presda Simangasing, Kepala Kantor PT Pelni Cabang Surabaya kepada Potretkota.com, Jumat (14/9/2018).

Menurut Presda, apabila sampai terjadi mogok kerja secara nasional, otomatis perputaran logistik dan penumpang akan terhambat. Karena dalam hal pelayanan, hanya dihandle oleh 56 pegawai PT Pelni Cabang Surabaya.

"(Pelni) Cabang Surabaya sendiri mengoperasikan 15 kapal setiap bulannya. Dan setiap harinya, rata-rata melayani keberangkatan 400 hingga 500 penumpang melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," jelas Presda.

Sementara, Dirjen Perhubungan Laut Ir. R. Agus H. Purnomo saat dikonfirmasi wartawan mengaku, tidak ada mogok kerja nasional pegawai PT Pelni. "Tidak ada pemogokan," akunya.

Perlu diketahui, seruan mogok kerja nasional itu sendiri keluar dari Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Pelni, yang ditandatangani oleh Ketua Umum Deden Ginanjar dan Sekjen Kristianto SHL Tobing.

Surat No 08.29/01/DPP/SP.PELNI/2018 ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Rencana mogok kerja dilakukan di seluruh pelabuhan yang disinggahi oleh kapal Pelni. Adapun tuntutan utama yakni menyoal kesejahteraan pegawai PT Pelni. (Tio)

Hakim Putus Marianus Sae 8 Tahun Penjara
Ekspor Industri Otomotif 2017 Capai 256,56 Juta USD