Sidang Sengketa Bulusari Dihadang Marinir

Sidang Sengketa Bulusari Dihadang Marinir

Potretkota.com - Sidang Pengadilan Negeri (PN) Bangil agenda Pemeriksaan Setempat (PS) menuju lokasi sengketa Tanah Kas Desa (TKD) seluas 4 hektar di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol gagal dilaksanakan. Hal ini lantaran terjadi kesalahpahaman antara marinir dan majelis hakim.

Atas kejadian ini Perwira Marinir Pasmar II, Lettu (Mar) Denny menyatakan masalah ini terjadi kesalah pahaman. Sebab pihak kami memang belum menerima pemberitahuan dari pihak terkait kalau mau ada gelar sidang. “Terus terang kami sangat terbuka dengan para pihak yang melakukan pemeriksaan dan pengukuran objek sengketa TKD Bulusari,” katanya, Rabu (15/07/2020).

Sebelumnya, menurut Denny sudah pernah ada, penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan juga melakukan pengukuran lahan TKD yang menjadi objek dugaan korupsi. “Kami mempersilahkan mereka masuk di lahan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, objek tanah sengketa berbatasan langsung dengan lahan proyek pembangunan perumahan prajurit. Sehingga sangat wajar jika para pihak yang berkepentingan dengan lahan TKD juga melakukan pemberitahuan terlebih dahulu pada tetangga disamping kiri-kanannya. “Kami siap menerima siapa saja yang datang ke lokasi proyek, asal ada pemberitahuan. Kami juga tidak ada sangkut pautnya dengan objek sengketa TKD,” teran Denny

Sementara Ketua PN Bangil, AF. S Dewantoro membenarkan terkait adanya penyetopan dari anggota marinir. “Kami pun merasa heran, makanya kita koordinasi dengan pihak terkait agar tidak terjadi sesuatu. Kemudian kami jadwal ulang sidang lapangan,”paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya, CV Punika menggugat Pemkab Pasuruan senilai Rp 4 miliar gara-gara penulisan SPPT atas lahan seluas 4 hektar di desa setempat. Adapun gugatan CV Punika dengan nomor gugatan 46/Pdt.G/2019/PN masih tahap pembuktian. (Mat)

Hanya Eva Yusnita Disidang Perkara Threesome
GPD Minta Yayasan Kas Pembangunan Dibubarkan