SPBU Desa Tanjung Lumajang Terancam Ditindak

Diduga Salah Gunakan Pengisian BBM

SPBU Desa Tanjung Lumajang Terancam Ditindak

Potretkota.com - Penyalagunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi. Kini Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dikawasan Desa Tanjung Lumajang jadi sorotan publik. Praktik ini terindikasi dimainkan, dan diduga sudah berjalan bertahun-tahun lamanya.

“Yang antri beli (BBM) pakai jerigen, ada yang pakai mobil minubus yan sudah dimodifikasi,” kata Hidayat, salah satu pelanggan SPBU dikawasan Desa Tanjung Lumajang.

Karena pengisian menggunakan jerigen atau mobil modifikasi, tak heran jika masyarakat umum yang melakukan pengisian BBM terhambat antian. Hidayat saat itu sempat menanyakan langsung pada salah satu pembeli BBM yang menggunakan jerigen, apakah dipakai petani atau nelayan? namun anehnya saat pertanyaan dilontarkan, pembeli yang menggunakan motor angkutan jerigen langsung kabur.

“Saat saya tanya kegunaan untuk apa malah kabur. Padahal saya belum tanya surat-suratnya. Ini kan aneh,” terang Hidayat.

Kaburnya pengisi BBM menggunakan jerigen dan mobil modifikasi, membuat Hidayat bertanya-tanya. Apakah terjadi penyalagunaan? Mengingat harga BBM naik, apalagi solar industri mencapai Rp 12 ribuan. “Ini tidak boleh dibiarkan, harus ada tindakan. Karena masyarakat umum yang melakukan pengisian bisa terganggu,” pungkasnya.

Mendapat informasi adanya dugaan penyalagunaan BBM bersubsidi di SPBU kawasan Desa Tanjung Lumajang, Manager Communication & CSR MOR V Peretamina Rifky Rahman Yusuf ditemui Potretkota.com mengaku akan menindak tegas.

"Kami hanya sebagian penyalur dari Pertamina ke SPBU. Untuk SPBU yang menyalurkan atau menjual secara ilegal, dan apabila ada bukti kami akan berkordinasi sama pihak aparat kepolisian," kata Rifky Rahman Yusuf pada saat acara bukber di kantor Pertamina, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, Rabu (30/5/2018).

Rifky Rahman Yusuf menambahkan, jika masyarakat menemukan kejanggalan di SPBU atau ada indikasi pelanggaran hukum yang tidak ada respon, ia menyarankan agar diunggah ke modsos (media sosial) seperti twitter, facebook atau instagram resmi Pertamina. “Pelapor akan segara direspon,” akunya. (Tio)

Kebakaran Kebalen, 8 Penghuni Meninggal Dunia
Pengusaha Dukung Polri dan TNI Berantas Teroris