Stapac Siap Hadang Ketajaman Pacific

Stapac Siap Hadang Ketajaman Pacific

Potretkota.com - Babak playoff IBL 2017-2018 putaran pertama berlanjut ke Divisi Putih. Kali ini Stapac Jakarta yang berstatus sebagai runner-up grup akan berhadapan dengan Pacific Caesar Surabaya. Pertemuan ini berlangsung 9,10 dan 12 Maret di DBL Arena Surabaya.

Aspac punya keuntungan sebagai tuan rumah. Tapi karena di Jakarta tidak ada tempat yang bisa digunakan untuk bertanding. Maka Stapac memutuskan untuk memakai DBL Arena yang notabene musim ini didaftarkan sebagai kandang Pacific Caesar.

"Stapac mengajukan DBL Arena Surabaya. Kami sebagai penyelenggara menyetujui karena memang di Jakarta tidak ada GOR yang representatif. Maksudnya, saat ini hanya ada Britama Arena saja. Hall Basket Senayan sedang disiapkan untuk gelaran Asian Games. Kami akhirnya setuju playoff dimainkan di Surabaya," ujar Direktur IBL, Hasan Gozali, dalam Jumpa Pers, Kamis (8/8/2018).

Pertarungan Stapac kontra Pacific diramalkan berlangsung sengit. Sebab kedua tim sama-sama punya ketajaman serangan yang baik. Soal produktifitas poin, keduanya rata-rata menghasilkan lebih dari 70 poin per pertandingan. Berikut catatan statistik tim Stapac dan Pacific;

Pacific jelas lebih diuntungkan ketika bermain di Surabaya. Mereka bisa tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Lalu Pacific pernah mengalahkan Stapac di tempat yang sama di musim reguler. Saat itu Pacific menang 49-46. Mereka tentu ingin mengulang sukses di playoff nanti.

Semua hal juga sudah dipersiapkan, termasuk memperbaiki defense yang selama ini jadi kekurangan Pacific. Terutama saat menghadapi serangan cepat dari pemain-pemain Stapac. "Karakter Stapac itu cepat. Mereka bermain sangat cepat. Mereka juga punya transisi defense ke offense yang bagus. Terlebih, skill individu pemain Stapac sangat bagus. Kami harus berhati-hati di playoff nanti," puji kepala pelatih Pacific, Kencana Wukir.

Pacific tentu akan memaksimalkan peran David Seagers yang menjadi Top Asis di liga dengan 7,4 asis per pertandingan. Ia juga menjadi pendulang poin terbanyak di tim Pacific. Sementara itu, Anton Waters dan Nuke Tri Saputra menjadi pendukung yang sempurna untuk Seagers.

Di kubu Stapac, tampak mereka lebih waspada. Karena Stapac pernah kalah dua kali dari Pacific. Tapi kemenangan 64-49 atas Pacific di Seri 7 Cirebon membangkitkan kepercayaan diri Stapac bahwa mereka bisa mengalahkan satu-satunya wakil Surabaya di liga.

"Kemenangan di Cirebon memberikan rasa percaya diri pada tim kami. Terutama karena kami akan berhadapan dengan Pacific untuk kesekian kalinya. Kalah dua kali dari Pacific. Itu menunjukkan bahwa kami tidak boleh main-main lagi menghadapi tim ini. Sebab selain Seagers, ada pemain lokal yang step-up seperti Nuke, Indra, Wicaksono. Kontribusi mereka signifikan. Lalu Anton Waters memberikan kekuatan baru bagi Pacific dari sisi offensive rebound," sebut Asisten Pelatih Stapac, Antonius Ferry Rinaldo.

Serangan Stapac akan bertumpu pada Dominique Williams yang jadi pendulang poin terbanyak dengan 19.6 poin per pertandingan. Di area lubang kunci, mereka semakin kuat karena ada Kore White, M. Isman Thoyib, dan Vincent Rivaldi Kosasih yang merupakan center tim Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia. Tim ini juga punya guard-guard lincah yang siap mencuri bola Pacific yaitu Andakara Prastawa Dhyaksa, Abraham Damar Grahita dan Widyanta Putra Tedja. (AH)

PB Forki Panggil 2 Karateka Jatim
Imigrasi Tanjung Perak Seketika Bebas Calo