Sugiarto Dapat Keluhan Dari IGTKI dan HIMPAUDI

Sugiarto Dapat Keluhan Dari IGTKI dan HIMPAUDI

Potretkota.com - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan yaitu Sugiarto telah mendapat banyak keluhan dari para guru yang tergabung Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Kecamatan Tosari.

Keluhan para guru tersebut disampaikan langsung melalui reses sidang pertama yang digelar oleh Sugiarto di pendopo agung, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/01/2021)

Dalam acara itu dilakukan terbatas tidak melibatkan banyak orang, mengingat adanya aturan pandemi Covid-19. Tak lupa, meminta para peserta yang hadir untuk menerapkan protokol kesehatan.

Ketua IGTKI Kecamatan Tosari, Dewi Pelitasari menyampaikan selama ini para guru yang tergabung IGTKI mengeluhkan adanya beberapa program yang belum terlealisasi. Dan itu diantaranya oal pengadaan Laptop. Karena selama bertahun-tahun, para Guru IGTKI ini belum mempunyai Laptop sendiri di tempat kerjanya. Kedua terkait dana BOS atau BOP. Sebab ditahun 2020 ini PH kita kosong tidak menerima satu pun soal dana tersebut. Dalam hal ini, kami memaklumi adanya dampak Covid-19 dan adanya recofusing.

"Ketiga, mengharap para ibu guru ini diberikan program pelatihan sanggar seni berupa tarian. Biar kalau ada acara event, tidak susah memberikan kegiatan. Keempat, pendampingan Dapodik yang memerlukan biaya. Ke lima, kami perlu pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM, terutama di bidang IT. Untuk itu kami perlu sarana-prasarana. Yang terkhir, IGTKI belum mempunyai seragam. Jadi berharap dari keluhan yang kami sampaikan ke Sugiarto dapat merealisasikan melalui Pemerintah daerah," jelas Dewi Pelitasari.

Sementara, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Tosari, Reni Pridawati memnta agar persoalan terhadap guru diselesaikan. Karena, saat ini statusn pembina PAUD, dapat berstatus sebagai guru.

Sekadar diketahui, guru-guru TK dan pembina PAUD di Tosari ini belum mendapatkan kelayakan atau kesejahteraan. Salah satu contoh, Gaji yang didapatkan tidak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang diemban. "Bayangkan perbulan, mereka hanya mendapatkan gaji tidak lebih dari Rp 300 ribu. Berharap anggota Dewan Komisi IV, Sugiarto yang membidangi pendidikan ini untuk mengawal kami dan merealisasikan apa yang menjadi keluhan teman-teman guru," tandas Reni Pridawati.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto berjanji akan membantu apa yang jadi keluhan para guru selama ini. Dari keluhan ini ia menduga ada ketidakseriusan yang dilakukan pemerintah dengan pendidikan yang ada di wilayah Bromo. "Kami akan mengupayakan semua yang menjadi keluhan dari teman-teman IGTKI dan HIMPAUDI tadi. Saya pribadi, akan memperjuangkan agar kebutuhan teman-teman tercukupi," paparnya. (Mat)

Pelindo III Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen
Laporan Bos Travel Haji Mangkrak di Polda Jatim