Sugiarto Selundupkan Wortel Beracun dari Cina
foto: ilustrasi

Terdakwa Tidak Ditahan

Sugiarto Selundupkan Wortel Beracun dari Cina

Potretkota.com - Sugiarto, pemilik Gudang Romokalisari 80, Blok D-28, Benowo, Surabaya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (1/2/2018). Pengusaha importir Apel, Pier, Anggur ini duduk dipesakitan lantaran telah menyelundupkan bibit wortel beracun dari China.

Dijelaskan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, dari Kejaksaan Negeri Surabaya, terdakwa merupakan pengusaha dalam bidang usaha jual beli buah dan sayuran, sejak tahun 2010. Namun karena pemerintah (Kementerian Perdagangan) ditahun 2017 melarang adanya komoditi wortel impor, sehingga dilakukan penyiasatan.

Untuk menyikapi keadaan tersebut, terdakwa berdiskusi dengan rekan kerjanya Ngo Fuk Sen alias Alex (DPO), dan keduanya sepakat untuk menanam wortel impor varietas Coroda asal China, dengan pertimbangan bentuknya lebih besar, kulitnya halus dan rasanya lebih manis dari wortel lokal.

Ngo Fuk Sen dan terdakwa lalu melakukan survey penanaman bibit wortel tersebut ke Indonesia, diantaranya Banjarnegara, Jawa Tengah dan Batu, Malang Jawa Timur. Keduanya lalu berencana memberikan bibit dan bekerjasama dengan petani, dengan harapan seluruh hasil panen harus dijual kepada PT. Sinar Abadi dengan harga yang disepakati.

Setelah menemukan, terdakwa meminta Ngo Fuk Sen menghubungi Zhang supplier wortel di China, untuk pembelian benih. Pada tahap pertama, berhasil memperoleh 50 gulungan (seratus kaleng) benih wortel varietas Coroda dengan harga sekitar 50.000 Yuan atau sekitar Rp. 100 juta. Pembayarannya dilakukan dengan mentransfer melalui nomor rekening bank kepunyaan istri dari Ngo Fuk Sen.

Pada tahap ke dua, terdakwa meminta kembali Ngo Fuk Sen membawa lagi benih wortel tersebut dari China sebanyak 120 gulungan. Benih wortel tersebut dibawa masuk ke Indonesia melalui Bandar Udara Juanda di Sidoarjo, dan dilaksanakan dalam 2 kali penerbangan.

Untuk menghindari pemeriksaan fisik dari petugas Bea dan Cukai Bandar Udara Juanda, Ngo Fuk Sen, mengisi tanda pilihan (tidak) pada point 11 butir aformulir Custom Declaration (BC.22) .

“Karena barang yang dibawa dari China berupa benih wortel yang tidak bersertifikat atau tidak beriijin dari Kementerian Pertanian, tedakwa diancam dengan pidana dalam Pasal 31 ayat (1) UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," kata Jaksa Darwis.

Selain diancam pasal tersebut, Bareskrim Polri yang menangkap terdakwa juga menjeratnya dengan Pasal 126 ayat (1) jo Pasal 35 UU No 13 tahun 2010 tentang Holtikultura. Meski demikian, Sugiarto tidak ditahan.  (An)

PD Pasar Surya di Kertopaten Melangar Perda
Copet Taman Mundu Ditangkap