Tanda Tangan Proyek Bandara Kediri Dipalsukan

Terdakwa Ngaku Disuruh Imam Majdi Achid

Tanda Tangan Proyek Bandara Kediri Dipalsukan

Potretkota.com - Jemy alias Sigit Jemy Sumargo, dalam keterangan dipersidangan mengaku disuruh tanda tangan oleh Imam Majdi Achid mantan komisaris perusahaan BUMN PT Waskita Karya, untuk pembangunan proyek bandara di Kediri.

Hal tersebut disampaikan kepada Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede Arthana. “Awalnya saya ini mewakili warga dan tidak pernah mengaku sebagai Dirut PT Surya Dhoho Investama (SDI) dan dasarnya kepercayaan untuk mewakili warga. Terkait MoU antara PT SDI dan PT Waskita Karya, atas petunjuk Pak Iman, dengan alasan agar kesepakatan antara warga dan Waskita bisa berjalan. Warga dimaksud pemilik lahan untuk bahan baku pengurukan di daerah Pace untuk landasan,” terang Jemy di Ruang Sidang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (23/6/2019).

Menurut Jemy, surat perjanjian bukan dibuat sendiri, melainkan pihak PT Waskita Karya. “Saya dipaksa tanda tangan sebagai Dirut PT SDI. Dan yang membuat MoU adalah Waskita,” tambahnya.

Pernyataan Jemy tidak sesuai dengan dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki dan Winarko. Dalam surat dakwaan No 1023/Pid.B/2019/PN Sby disebut, Imam Majdi Achid mengenalkan Jemy sebagai Dirut PT SDI dan juga saudara Dirut Gudang Garam kepada Septiawan, sebagai Kepala Divisi PT Waskita Karya.

Karena percaya begitu saja untuk membahas pembangunan Bandara Dhoho Kediri, terdakwa dikenalkan kepada Fery Hendriyanto Direktur PT Waskita Karya. Tak lama Fery memerintahkan legal perusahaan Christian Orlando, untuk membuatkan MoU (Memorandum of Understanding), Oktober 2018.

Pertemuan itupun berlanjut di kantor PT Waskita Karya cabang Surabaya, November 2018. Saat itu pihak perusahaan BUMN meminta kelengkapan data, salah satunya akte pendirian perusahaan, PT SDI.

Terakwa pun akhirnya berjanji akan mengirim akta pendirian. Namun, dalam waktu yang ditentukan, dokumen tersebut tidak diberikan. Pihak PT Waskita Karya lalu melakukan cek ke Kemenkumham. Dan didapati jika Dirut PT SDI yakni Susanto Widiatmoko. Dalam dakwaan terdakwa mengaku mendapat cop surat dan logo PT SDI dari internet, untuk dipalsukan.

Karena dianggap mencemarkan nama baik perusahaan, terdakwa dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang Pemalsuan Surat dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (Tio)

Arek HMS Studio Jalin Silaturahmi Antar Komunitas
Polisi Sebut Razia Diponegoro Temukan DJ Narkoba