Temani Polisi Pesta Narkoba, Chinara Christine Selma Dibayar Rp 11 Juta

Temani Polisi Pesta Narkoba, Chinara Christine Selma Dibayar Rp 11 Juta

Potretkota.com - Sidang lanjutan pekara yang membelit Iptu Eko Junianto, Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Sududik kembali digelar dengan agenda keterangan saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki menghadirkan Chinara Christine Selma dan Ervan GM Hotel.

Menurut Chinara Christine Selma, dirinya dihubungi terdakwa Eko untuk datang di Hotel sekitar jam 10 malam. Saat dirinya sudah berada di kamar 1701, ia dilangsung disodorkan beberapa narkotika. "Jadi begitu saya datang (dalam kamar) saya langsung dikasih ekstasi. Jadi saya saat dicek urine hasil positif," jelasnya, Kamis (28/10/2021).

Saksi Chinara Christine tidak menolak, lantaran yang memberi adalah para polisi dan takut terdakwa Eko membatalkan bookingnya. "Tidak mungkin saya menolaknya. Karena keprofesional pekerjaan. Dan kalau saya menolak Pak Eko pasti mengcancel saya," ucapnya.

Chinara Christine mengaku, bayarannya untuk menemani pesta narkoba yaitu puluhan juta. "Saya dibayar Rp 11 juta," akunya.

Atas keterangan saksi, terdakwa Eko Junianto tidak membantah mengenal Chinara Christine Selma. Hanya saja, keterangan saksi ada yang benar dan ada yang salah.

Sementara, Ervan GM Hotel meralat keterangan sidang yang sudah dibeberkan Kamis (14/10/2021) kemarin. Ia menyebut, ada kesalahan dimana saat melihat dihistori whatsapp ternyata saat Mabes Polri datang tanggal 29 April 2021 sekitar pukul 13.00 WIB. "Mohon maaf yang mulia mungkin karena keterbatasan ingatan saat itu," sebutnya dihadapan Ketua Majelis Hakim Johanes Harmoni.

BERITA TERKAIT: Tersangka Chinara Christine Selma Direhabilitasi

Hadirnya saksi Chinara Christine disoal pengacara terdakwa oknum Reskoba Polrestabes Surabaya. Alasannya, saat itu ada di TKP sudah jelas saksi Chinara Christine sudah memiliki unsur menguasai menyimpan dan mengetahui peristiwa pesta narkoba.

"Ada perlakuan yang berbeda terhadap Chinara Christine Selma dengan tidak dilakukan proses hukum, dan hanya rehab di Batu Malang. Harusnya tidak seperti itu," kesal Budi Sampurno selepas sidang di PN Surabaya. (Tio)

Pelayanan PDAM Giri Nawa Tirta 24 Jam
Bos Toko Wangi Mas Didakwa Penggelapan Emas