Tim GIAT Sesalkan Kinerja Bawaslu Kota Pasuruan

Tim GIAT Sesalkan Kinerja Bawaslu Kota Pasuruan

Potretkota.com - Tim Hukum dan Advokasi Pasangan Calon nomor urut 01 yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Adi Wibowo (Mas Adi) menyesalkan penanganan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan, soal dugaan pengrusakan alat peraga kampanye (APK) atau baliho milik jagron GIAT.

Sebab penanganan Bawaslu dinilai lamban terlalu banyak kajian. Padahal terkait baliho sudah ada laporan. Dalam hal ini, Bawaslu masi meminta syarat ke Tim Hukum Giat untuk melampirkan identitas dan alamat terlapor. Tanpa itu, harusnya fungsi Bawaslu Jalan, bergerak tidak harus menunggu laporan. Karena pengerusakan Baliho dilapangan terdapat bukti nyata.

Atas hal ini, Tim Hukum dan Advokasi Paslon GIAT, Wiwin Ariesta menyesalkan kinerja Bawaslu Kota Pasuruan yang menyatakan permintaan untuk menyertakan nama dan identitas terlapor.

"Ini menjadi hal yang sangat aneh. Kami juga tidak tahu siapa pelakunya. Kok sekarang disuruh melampirkan identitas dan alamat terlapornya. Justru ini sangat aneh sekali. Menurut kami, kekurangan yang disampaikan dalam kajian Bawaslu ini tidak substansi dengan pokok permasalahannya. Selain meminta identitas dan alamat terlapor, juga ada permintaan izin advokat, BA sumpah dan sejenisnya," kata Wiwin

Menurut Wiwin Bawaslu bergerak itu tidak harus menunggu laporan. "Secara logika, kalau pihaknya sudah mengerti terlapornya, kenapa harus membuat laporan ke Bawaslu Kota Pasuruan. Ada temuan harus ditindaklanjuti. Padahal laporan sudah dilayangkan, namun malah dikembalikan, karena ada syarat yang harus dipenuhi. Tapi, syaratnya tidak masuk akal sekali," paparnya.

Wiwin juga menyampaikan, dalam dua hari ini, pihaknya sudah berusaha melengkapi apa saja yang menjadi permintaaan Bawaslu. Bahkan, pihaknya sudah mengantongi bukti CCTV yang merekam jelas kejadian pengerusakan APK. "Bahkan kami sudah identifikasi wajah-wajah pelakunya. Tapi, ya kami tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Dalam hal ini, Bawaslu yang punya kewenangan untuk bersikap. Kalau temuan kami di lapangan diminta Bawaslu untuk dijadikan bukti, kami siap memberikannya," sambung Wiwin.

Tim hukum dan advokasi paslon GIAT mengaku sempat diskusi dan rapat dengan tim paslon nomor 01 untuk menetukan sikap ke depannya atas laporan pengerusakan APK ini. Dari hasil diskusi, Paslon Gus Ipul - Mas Adi menyampaikan kepada tim hukum agar tidak memperpanjang masalah ini.

"Yang bersangkutan sudah memaafkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan merusak suasana demokrasi ini. Pertimbangan lain, karena melihat gerakan masyarakat yang sudah bahu-membahu memperbaiki APK yang diduga dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab ini. Gerakan ini dari hati tanpa diminta," jelas Wiwn.

Namun, kata Wiwin, kejadian ini akan menjadikan catatan tersendiri kinerja Bawaslu Kota Pasuruan. "Ia (Paslon GIAT) mengaku sangat menyesalkan kebijakan Bawaslu menyikapi pengerusakan APK ini," terangnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Moh Anas memastikan proses penanganan laporan dugaan pengerusakan APK milik salah satu paslon ini akan dilakukan secara prosedural penangananya. "Ya memang begitu prosesnya. Jadi, pelapor harus melampirkan identitas dan alamat terlapornya siapa. Itu diatur dalam peraturan Bawaslu. Kalau tidak salah, itu masuk dalam syarat formil yang harus dipenuhi oleh tim pelapor," dalihnya. (Mat)

Misbhakun Golkar Sosialisasi UU Cipta Kerja
Majelis Hakim Kabulkan PKPU Graha Indah Jaya