Uang Nasabah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Digelapkan
Area Agency Manajer PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Rahadian Eka Hariyanto

Uang Nasabah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Digelapkan

Potretkota.com - Persoalan yang menimpa Kusdiyah (58) warga Dusun Selohan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan yang menjadi korban investasi di PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Cabang Malang, pihak Sinarmas akan melakukan audit ataupun menyelesaikan pencairan.

Area Agency Manajer Rahadian Eka Hariyanto pada Potretkota.com mengaku, pihak Sinarmas akan mengupayakan terbaik untuk masalah ini, dan bertanggung jawab. Pertanggungjawaban dimaksud, lantaran Kusdiyah terdaftar sebagai Nasabah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG.

Rahadian mengatakan, yang terdaftar saat ini, uang yang di setorkan Kusdiyah ke Brian Arianto (45) selaku Senior Brand Manager PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Cabang Malang Sebesar Rp 1.222.400.000 bukan Rp 2 miliar. Dengan rincian, Rp 1.222.400.000 diikutkan 14 polis asuransi dan sudah ada penarikan sebanyak 9 kali, dengan total Rp 387 juta, untuk nilai polis saat ini hanya Rp 115.718.706.

"Untuk Brian harus menyelesaikan hak-hak dari Kusdiyah," kata Rahadian kepada Potretkota.com, saat di temui kantornya, Jumat (05/01/2018).

Menurut Rahadian, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG tidak pernah menjanjikan asuransi akan bertambah dua kali lipat selama empat tahun. Seperti yang dilontarkan Brian ke Nasabah itu bukan produk Sinarmas. "Janji seperti itu bukan produk Sinarmas", pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kusdiyah (58) warga Dusun Selohan, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan ini menjadi korban investasi di PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Cabang Malang.

Menurut Kusdiyah, saat itu dirinya ditawari langsung oleh Brian Arianto (45) selaku Senior Brand Manager PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, Cabang Malang untuk melakukan investasi ditempatnya bekerja. Dengan janji, uang Rp 2 miliar yang diasuransikan akan bertambah dua kali lipat selama empat tahun. Tak hanya itu, pria kelahiran NTT ini juga menjanjikan, saat setor awal akan mendapat mobil Avansa.

"Sekitar bulan Januari 2012, saya didatangi Pak Brian dan dua orang untuk mengasuransikan uang saya ke Bank Sinarmas, Cabang Malang," kata Kusdiyah, didampingi pengacaranya Sutrisno, Rabu (3/1/2018).

Menurut Kusdiyah, uang sebanyak Rp 2 miliar didapatkan dari kompensasi pembebasan jalan Tol Pasuruan-Probolinggo. Kemudian, didepositokan ke Bank BRI. "Uang dari deposito bank BRI lalu saya pindahkan ke rekening Pak Brian di di Bank Sinarmas, Cabang Malang guna didaftarkan ke Asuransi Sinar Mas," katanya kepada Potretkota.com.

Setelah uang ditransfer, janji mendapatkan mobil Avansa gagal. Kusdiyah, hanya digantikan mobil Xenia. Tidak hanya itu, setelah enam tahun berjalan, uang yang sudah ditransfer tidak bisa dicairkan di Asuransi Sinar Mas. "Ini sudah 6 Tahun persis uang saya tidak bisa dicairkan," keluh Kusdiyah.

Sementara, pengacaranya Sutrisno menduga, ada penipuan ataupun penggelapan dalam kasus ini. "Kami berharap masalah ini cepat terselesaikan oleh Pihak PT Asuransi Jiwa Sinarmas," tegasnya, dengan melakukan deadline 14 hari kerja agar kasusnya terselesaikan. (Tio)

Pembunuh Anggota PSHT Disidangkan
Sindikat Pemalsu Dokumen Negara Dilaporkan Bank BRI