UT Surabaya Akui Proyek Miliaran Bermasalah

UT Surabaya Akui Proyek Miliaran Bermasalah

Potretkota.com - Proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belasan miliar untuk Pembangunan Gedung Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Surabaya diakui bermasalah belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Bukan perizinannya tidak diurus. Tapi awalnya salah urus, jadi kembali dari awal,” kata Direktur UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd, Jumat (15/10/2021).

Perempuan kelahiran Jombang tahun 1961 ini membeberkan, salah urus dimaksud yaitu saat pengajuan IMB ke Pemkot Surabaya telah memakai nama kontraktor pemenang lelang, PT Bhinneka Citra Prima.

“Saat di Pemkot Surabaya, syarat administrasi IMB dikembalkan karena memakai nama penanggungjawab proyek. Pemkot kemudian meminta untuk mengubah data. Karena IMB bukan atas nama kontraktor, melainkan atas nama Universitas Terbuka,” jelas Suparti.

Karena itu, Suparti meminta maaf kepada semua pihak karena proyek bernilai miliaran bermasalah. “Saya mohon maaf, karena ketidaktahuan. Karena semua yang mengurus dari awal adalah pihak kontraktor,” ujarnya.

Suparti menyebut, lahan UT Surabaya dengan 6500 meret persegi dibeli tahun 2019 lalu dari PT MBB. “Sebelum kita membeli tanah, sudah ditanyakan terlebih dahulu kepada pemilik, kalau lahan tidak bersengketa ataupun melawan hukum. Maka dari itu, kami minta agar tanah yang dibeli didaftarkan ke BPN dalam bentuk sertifikat,” urainya.

Saat ditanya harga pembelian tanah yang ditawarkan PT MBB, Suparti enggan menyebutnya meski yang dipakai membeli menggunakan uang negara. “Saya engga tau, karena ini urusan UT Pusat,” kelitnya. (Tio)

Presiden Jokowi Resmikan Pelabuhan Labuan Bajo
Dikasus Pokir, Kejari Segera Periksa OPD dan DPRD