Warga Lakardowo Gugat Bupati Mojokerto ke PTUN

Menyoal Pabrik Limbah PT PRIA

Warga Lakardowo Gugat Bupati Mojokerto ke PTUN

Potretkota.com - Meski tertunda beberapa jam, sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kasus limbah PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang yang dipersoalkan warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, tetap digelar.

Kali ini, Rombongan dari Gerakan Perempuan Lakardowo Mandiri (Green Woman) selain menggugat perusahaan pengolah limbah, juga menggugat Bupati Nonaktif Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, karena dianggap ngawur sudah mengeluarkan Keputusan (SK) Nomor 188/1886/kep/416-110/2017 tertanggal 20 Oktober 2017 Tentang Izin Lingkungan Kegiatan Usaha Industri Batako PT PRIA.

Menurut perwakilan dari penggugat, Sutaman, bersama rekan seperjuangan berharap agar PTUN Surabaya memenangkan perkaranya. “Kita mengikuti sidang ini dengan harapan kita memenangkan gugatan ini,” katanya Selasa (28/8/2018).

Sutaman ingin agar Ketua Majelis Hakim Fajar Wahyu Jatmiko obyektif dalam memutuskan perkara gugatannya. “Karena, dampak limbah PT PRIA, kebanyakan anak-anak mengalami gatal-gatal dan sesak nafas,” ujarnya.

Sementara, pihak tergugat, PT. PRIA diwakili oleh pengecara Achmad Maulana menyebut, sidang ini bukan class action, namun hanya menyoal pada perizinan operasi saja. “Yang gugat dua orang, yaitu Sutaman dan Rumiyati. Ini masalah perizinan, dan perusahaan sudah mendapat izin,” akunya.

Untuk diketahui, sejak tahun 2010, kasus limbah PT PRIA sudah lama jadi perbincangan publik. Karena resah, awal tahun 2013, warga mengadu ke DPRD Kabupaten Mojokerto. Karena dianggap aduan tidak digubris, warga mendemo didepan pabrik menuntut agar pabrik pengolah batu bata dari limbah ditutup, dan agar segera melakukan pembersihan limbah dikawasan Dusun Kedung Palang dan Sambi Gembol yang berbatasan dengan Dusun Greol.

Usaha demo dan penutupan didepan pabrik gagal, bulan Mei 2016 warga demonstari menuju Pemkab Mojokerto. Tidak puas, bulan Juni 2016 warga berjuang menuju Surabaya, melakukan aksi didepan Kantor Gubernur Jawa Timur. Tuntutan warga sama, yaitu meminta agar Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo menutup pabrik pengolahan limbah di Lakardowo. Aksi ini pun kembali dilakukan buan April 2017. Hingga bulan Mei 2017, warga yang mengatasnamakan Penduduk Lakardowo Bangkit melaporkan PT PRIA ke Polda Jatim.

Green Woman Lakardowo sendiri, pernah didepan Istana Negara Jakarta membentangkan poster bertuliskan,”Pak Jokowi Bebaskan Lakardowo dari Limbah B3”, Kamis (1/2/2018). (Kin)

Jutaan Pil Koplo Rencana Beredar di Jawa Timur
KM Satya Kencana Angkut Ratusan Burung Ilegal