Warga Menyoal Tambang PT Agung Satriya Abadi

Warga Menyoal Tambang PT Agung Satriya Abadi

Potretkota.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijakan Rakyat Nusantara (Pijar) mulai menyoroti tambang galian sirtu milik PT Agung Satriya Abadi (ASA) yang ada di Dusun Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Pasalnya perusahaan tambang (galian C) tersebut telah menggunakan kawasan hutan untuk akses jalan menuju ke Tambang.

Selain itu ada kabar dugaan kawasan hutan lindung di tempat tersebut telah ditukar gulingkan ke Madura. Atas hal ini terdapat indikasi kongkalikong antara pejabat dengan pengusaha, tumpang tindihnya kebijakan.

Ketua LBH Pijar Nusantara, Lujeng Sudarto mengatakan, terkait persoalan merubah fungsi kawasan hutan jelas menentang undang-undang yang tertuang Nomor 44 tahun 1999 tentang Kehutanan.

"Bila aturan itu dilanggar, maka dampaknya akan terjadi pengurangan kawasan tangkapan air. Dan ini sangat membahayakan bagi lingkungan sekitar. Untuk itu bila ada persoalan tukar guling kawasan hutan, seharusnya Perhutani menolak, jangan malah sebaliknya," Ungkap Lujeng, Rabu (11/03/2020)

Lujeng Sudarto menambahkan, tidak boleh merubah fungsi kawasan hutan. "Apalagi kawasan hutan lindung diubah jadi tambang sirtu atau dibuat akses jalan menuju tambang. Hal ini jelas-jelas menabrak aturan, untuk itu Kementerian Lingkungan hidup harus menolak tukar guling Perhutani dengan PT ASA," tambahnya.

Sementara, Kaur Agraria Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Totok menyatakan tukar guling kawasan hutan yang ada di daerah tersebut sudah sesuai aturan yang ada. "Untuk Izin pemanfaatan hutan yang dibuat akses jalan juga sudah ada. Tapi soal luasanya di daerah tersebut saya lupa. Untuk mengenai proses tukar guling antara PT ASA dengan Peruhutani, saya rasa sudah sesuai prosedur. Kawasan hutan di tempat tersebut sudah di tukar gulingkan di Madura. Jadi masalah itu ditangani langsung oleh kementerian," paparnya.

Perlu diketahui, Selasa (11/03/2020) kemarin, sejumlah warga setempat melakukan aksi demo di lokasi galian sirtu PT ASA di Dusun Betro, Desa Wonosunyo. Hal itu terkait warga menuntut kerjaan belah batu yang dilarang oleh salah satu oknum di area pertambangan tersebut. Alasanya tambang batu tidak ada ijinya. Selain itu yang jadi persoalan warga sejak adanya tambang galian sirtu milik PT ASA, lingkungan setempat terancam rawan longsor. (Mat)

Kurniawan Setor Uang Kejahatan ke Tunangan
Pria Asal Wonokromo Edarkan 2000 Pil Koplo