Winardi Kresna Yudha Dihukum 6 Tahun Penjara

Akibat Jual Aset Pemkot Surabaya

Winardi Kresna Yudha Dihukum 6 Tahun Penjara

Potretkota.com - Mantan Direktur Utama PT Abattoir Surya Jaya, Winardi Kresna Yudha dijatuhi empat tahun penjara. Putusan Majelis Hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti, SH, MH, itu lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa.Sebelumnya tuntutan JPU, Ferry E. Rachman, enam tahun penjara.

Meski demikian, menurut Penasehat Hukum terdakwa, pihaknya belum dapat menerima putusan tersebut. Karena berdasar penilaiannya, putusan Majelis masih berat. Apalagi, lanjutnya, pihaknya tidak bisa memahami pertimbangan majelis. "(Kami) belum bisa memahami pertimbangan putusan dari Majelis, kami akan mempelajari dulu," kata Djuliadi, SH, MH pada Potretkota.com di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Surabaya, Selasa (2/10/2018).

Djuliadi menambahkan, kliennya rencana akan mengajukan banding. Untuk itu, pihaknya butuh mempelajari dasar dari putusan Hakim. Atas putusan itu kliennya merasa belum puas. Sedangkan, selain dijatuhi empat tahun penjara terdakwa juga dikenai denda sebesar Rp 100 juta. "Terdakwa minta banding," ungkapnya.

Untuk diketahui, , kasus dugaan korupsi yang membelit Winardi bermula pada 1998 saat PT Abattoir menggunakan lahan milik Pemkot Surabaya di Jalan Banjar Sugihan, Tandes seluas 13.195 meter persegi untuk Rumah Potong Hewan (RPH). Sebagai kompensasi penggunaan lahan tersebut, Pemkot mendapat tanah seluas 70.000 meter persegi yang terletak di Desa Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Berdasarkan audit dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), terdakwa telah merugikan negara sebesar Rp 26,2 miliar, atas tindakannya menjual aset tanah kompensasi untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya seluas 70.000 meter persegi.

Tanah tersebut milik PT Abottoir yang didapat hasil tukar menukar tanah (Ruislag) dengan PT Rungkut Central Abadi (RCA). Winardi yang menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Abattoir periode 2001-2010 seharusnya segera menyerahkan tanah itu ke Pemkot. Tapi ternyata tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun 2007 Winardi menjual tanah itu kepada PT RCA dengan harga Rp1,5 miliar.

Winardi Kresna Yudha dituntut dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Dalam pasal itu disebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp1 miliar. (Qin)

Dharma Pertiwi Peringati Hari Batik Nasional
WNA Asal Vietnam Selundupkan Sabu 1 Kilogram