13 Saksi Hadir di Kasus Korupsi Koperasi Rp 25 M

13 Saksi Hadir di Kasus Korupsi Koperasi Rp 25 M

Potretkota.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari seksi Pidana Khusus (Pidsus), Kabupaten Pasuruan menghadirkan 13 (tiga belas) saksi di kasus dugaan korupsi Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung Pasuruan senilai Rp 25 miliar. Saksi-saksi itu dihadirkan dan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Surabaya, Rabu (29/9/2021).

Ke tiga belas saksi itu diantaranya Mantan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Pasuruan, Akhmad Khasani, Mantan Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi, Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Udik Djanuantoro, Rias Nawang Kartika, Dokter Hewan Hermaniadi, Wardi Anang Rianto, Suyanto, Abdi Suwarsono, Suhartanto, Jubar Nusananta, Hariyanto, Nurianto dan Purwobudi Setiyawan.

Sejumlah saksi yang hadir didepan Majelis Hakim Tipikor tersebut dimintai keterangan soal dugaan korupsi pada perkara terdakwa H Kusnan selaku Ketua Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan sekaligus PKIS Sekar Tanjung. Lalu Riang Kulup Prayudha sebagai seketaris koperasi. Kemudian Wibisono selaku Direktur PT Nurwy Steel Engineering.

Dipersidangan, Mantan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Pasuruan Khasani mengaku pernah diperiksa oleh Kejaksaan masalah PKIS Sekar Tanjung. Waktu itu pihaknya hanya sebagai kordinator dan membantu Koperasi. "Terkait anggota Koperasi yang ada di Pasuruan terdiri dari 4 Koperasi yaitu Koperasi KPSP Setia Kawan, Koperasi Suwasembada, Koperasi KUTT Suka Makmur dan Koperasi Jati Jaya," katanya

Untuk Ketua Koperasi KPSP Setia Kawan dan PKIS Sekar Tanjung adalah H Kusnan. Terkait harta kekayaan Koperasi primer dan skunder itu terpisah dan soal itu tercamtum dalam aturan undang-undang. "Jadi masalah dana bergulir dari Kementrian tersebut, kita hanya liat dari juknisnya saja dan kalau soal dana yang mengalir ke Koperasi primer, saya tidak tahu soal itu," aku Khasani.

Sementara, Mantan Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi Propinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi menjelaskan, keberadaan PKIS Sekar Tanjung tahun 2003. "Waktu itu saya sudah menjabat. Seingatnya modal awal Koperasi Sekar Tanjung saat itu ada Rp 30 juta dari simpanan pokok masing-masing Koperasi. Pendirian Koperasi Sekar Tanjung dibentuk tahun 2001 dan itu dari SK Dinas Koperasi. Untuk ADRT nya tahun 2001 juga tertuang dalam akta Dinas," ujarnya.

Purnomo juga menyebut, Rapat Anggaran Tahunan (RAT) Koperasi PKIS Sekar Tanjung itu sudah ada sejak tahun 2006 dan itu tertuang berdasar laporan pertanggung jawaban para pengurus. Tentunya para pengurus setiap tahun harus malaksanakan RAT. Mekanismenya secara umum itu diusulkan oleh Koperasi yang bersangkutan kepada dana bergulir.

"Soal penandatanganan pencairan Koperasi PKIS Sekar Tanjung saat itu memang saya dan aliran dana yang masuk ke Koperasi tersebut senilai Rp 25 miliar dan dana itu berasal dari Kementrian Koperasi yang bersumber anggaran dari APBN. Terkait penyaluranya saya tidak tahu. Selain itu, di Koperasi Sekar Tanjung dalam melaporkan sesuatu, kita tidak diberi tahu. Tiba-tiba laporanya ditembuskan langsung ke Kementerian. Pada saat itu pula, Pengurusnya H. Kusnan dan Bendaharanya Sarmadun (Alm). Jadi masalah Koperasi yang bertanggung jawab dan yang berhak mengelola dana bergulir itu pengurus," jelas Purnono. (Mat)

Urugan Pasar Winongan Diduga Gunakan Pasir Ilegal
Nur Cholis Dipenjara Gegara Beli Rokok Tanpa Cukai