143 Pegawai Aneka Tuna Indonesia Terpapar Virus

143 Pegawai Aneka Tuna Indonesia Terpapar Virus

Potretkota.com - Bupati Irsyad Yusuf juga sebagai Ketua Gugus Tugas mengancam ke perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan bila tidak tertib menjalankan protokol kesehatan akan ditindak tegas atau ditutup. Hal ini diungkapkan saat press rillis di Mapolsek Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (22/6/2020)

Irsyad Yusuf sapaan Gus Irsyad menjelaskan, terkait protokol kesehatan diperusahaan diwajibkan. "Kita juga tidak berharap dilakukanya PSBB. Makanya kuncinya semua pihak dan masyarakat harus menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Kalau ditemukan misalnya ada yang tidak melakukan atau menyepelekan protokol kesehatan, maka kami akan bertindak tegas, kita akan melakukan evaluasi kalau memang dari perusahaan tetap tidak melakukan protokol kesehatan, maka kemungkinan besar kewengangan kami akan menuntup perusahaan tersebut," tegas Bupati.

Mengenai perusahaan PT ATI (Aneka Tuna Indonesia) di Kecamatan Gempol dalam keterlambatan penanganan Covid-19 masih dianalisa soal keterlambatanya dan sebagainya. Sebab penyebaran Virus Corona atau Covid-19 itu begitu cepat.

"Kita tau Perusahaan di Pasuruan itu cukup banyak dan pekerjanya ada sebagian dari luar Kabupaten Pasuruan. Jadi tidak mungkin kita menyalakan, realitanya seperti itu. Untuk itu kita butuh kerja keras dengan Kapolres, Dandem dan jajaran untuk mengevaluasi kemudian bagaimana kekuatan gugus tugas terkonsentrasi penanganan Covid-19 di wilayah Kecamatan Gempol. Bukan soal itu kita biarkan, kita juga butuh data beberapa Kecamatan yang memang masyarakatnya terkonfimasi positif yang jumlahnya cukup besar. Nah dalam hal ini kita butuh dukungan ke semua pihak. Karena terus terang penyebaran Covid-19 tercepat terjadi di Perusahaan dan itu fakta yang ada. Dari situlah kita mengetahui berbagai pengalaman, kami harap terapkan protokol kesehatan yang ketat," papar Gus Irsyad.

Soal obat vitamin dari PT ATI di Kecamatan Gempol yang kemudian diberikan ke karyawanya hingga terhadi drop, menurut Gus Irsyad kurang tau persoalan tersebut, akan tetapi upaya dan ikhtiar pemberian nutrisi, vitamin sebagaimana WHO dan Kemensos sudah menyampaikan paling penting yaitu menjaga protokol kesehatan dan menjaga imunitas. "Jadi kami tidak tau soal obat vitamin dari PT ATI diberikan ke karyawan hingga terjadi drop tersebut, yang jelas ini sudah terjadi," akunya.

Untuk itu, ditegaskan Gus Irsyad agar karyawan PT ATI di karantina. Pemkab Pasuruan akn melakuka bantuan, sebab persoalan ini bukan proyek, melainkan ini penanganan darurat bencana. "Jadi tidak ada kata-kata anggaran fifty-fifty, melainkan mana yang jadi kewenangan pemerintah daerah yang diatur sesuai aturan kita jalankan," pungkasnya.

Sementara, Wakil Seketaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menyebut, ada 143 karyawan PT ATI di wilayah Kecamatan Gempol yang diduga terpapar Covid-19 setelah dilakukan test swab pada 261 karyawan. "Kemudian sejumlah 143 karyawan itu di Karantina atau di isolasi di hotel yang ada di wilayah Tretes, Kecamatan Prigen," tambahnya.

Namun sayang, belum ada pernyataan resmi dari PT  Aneka Tuna Indonesia  soal pegawainya yang terpapar Covid-19. (Mat)

PNS dan Karyawan DPRD Jatim Jalani Rapid Test
Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim Keliling Pasar