Anak Buron PT PWU Tabrak Motor Kejaksaan

Caleg Hanura Wisnu Wardhana Ditangkap

Anak Buron PT PWU Tabrak Motor Kejaksaan

Potretkota.com - Penangkapan buronan Wisnu Wardhana (WW) terpindana kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim berlangsung dramatis. Saat akan ditangkap, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Periode 2009-2014 menabrak sepeda motor Wicaksono Primbodani, Anggota Pidana Khsusu (Pidsus) Kejakasaan Negeri (Kejari) Surabaya, hingga rusak parah.

Anggota Partai Hanura yang mencalonkan sebagai Caleg DPRD Jatim nomor urut 1 Dapil Jatim III (Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten/Kota Pasuruan) ini ditangkap dalam mobil Nopol N-1732-H di Jalan Kenjeran Surabaya, bersama anaknya Yogi Agung Prima Wardana (26).

Kapolsek Tambaksari Kompol Gatut Hariyanto melalui Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Polrestabes Surabaya, Iptu Didik Ariawan menyampaikan, kecelakaan terjadi pagi hari, sekitar jam 6.00 Wib didepan gang Lebak Permai Utara II Surabaya.

“Ini bukan kecelakaan lalu lintas, tapi penangkapan buronan. Dan pihak pemilik motor tidak melakukan penuntutan, dikarenakan ini tugas dan ini semua domainnya pihak Kejaksaan," jeles Didik kepada Potretkota.com, Rabu (9/1/2019) pagi.

Sementara, usai ditangkap Wisnu Wardhana diseret ke Kejari Surabaya untuk dimintai keterangan. Usai menjalani pemeriksaan administratif, buronan akhirnya dibawa ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman 6 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA), 24 september 2018 lalu.

Kepala Kejari Surabaya Teguh Dharmawan mengaku, Wisnu Wardhana masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tiga minggu ini. Alasannya, pria kelahiran Jakarta 1975 ini saat diperiksa tidak koperatif. "Tiga minggu ini kita tetapkan sebagai DPO," akunya.

Dalam kasus ini, terpidana yang memiiki sugudang prestasi dibidang oah raga ini dinyatakan bersalah oleh hakim Tipikor Surabaya dan dihukum 3 tahun penjara. Wisnu yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro dan Ketua Tim Penjualan Aset BUMD PT PWU membuat kebijakan dalam melepas aset dan merugikan negara sebesar Rp 11 miliar.

Tak terima dengan vonis hakim di tingkat pertama, Wisnu melakukan upaya banding. Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur menganulir putusan hakim PN Tipikor dan mengkorting hukuman terhadap Wisnu menjadi 1 tahun penjara.

Atas vonis satu tahun hakim tinggi, giliran Jaksa yang tidak terima dan melakukan upaya hukum kasasi. Saat di pengadilan tingkat akhir Wisnu dihukum olah hakim 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. "Setelah kita terima salinan putusan dari MA, kita mencari Wisnu untuk eksekusi," pungkas Teguh. (Tio)

Imigrasi Perak Deportasi WNA Cina dan India
Kapolres Madiun Kota Cuek Timbunan Solar Ilegal