Bos Pasar Grand Medaeng Polisikan Kepala Desa

Bos Pasar Grand Medaeng Polisikan Kepala Desa

Potretkota.com - Merasa tertipu, Direktur Utama CV Central Alam Mas (CAM) Happy Wilianto Ohny melaporkan Kepala Desa Medaeng Abdul Zuri ke Polda Jatim. Buntut pelaporan, investasi Pasar Grand Medaeng yang dibangun dengan kontrak dari tahun 2011 hingga 2031 dihentikan paksa oleh Pemerintah Desa Medaeng.

Menurut Happy, sengaja melaporkan Abdul Zuri karena dirinya terus-terusan dimintai uang pembangunan desa. Karena waktu itu tidak ada uang Rp 30 juta, Pasar Grand Medaeng yang sudah dibangun dengan biaya sekitar Rp 5 miliar terkena dampaknya.

“Padahal saya sudah memberikan uang ke Abdul Zuri sekitar Rp 500 juta. Saya punya buktinya,” kata Happy kepada Potretkota.com, Senin (4/2/2019) kemarin.

Pria yang tinggal di kawasan Jalan Dukuh Kupang Barat Surabaya mengaku, pembangunan 350 stan pasar niatnya untuk kepentingan masyarakat umum dan dapat membantu roda perekonomian desa. Namun niat baik dalam berinvestasi Pasar Grand Medaeng kandas gara-gara ada permintaan uang yang tidak jelas keperuntukannya. “Saya merasa dipermainkan, informasinya beberapa pedagang yang berjualan juga dapat intervensi,” keluhnya.

Karena itu, Happy melaporkan Abdul Zuri ke Polda Jatim, dugaan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Panipuan dan Penggelapan. Laporan Polisi No LPB/1493/XI/2018/UM/JATIM, dibuat tanggal 13 November 2018 lalu.

Tak lama pelaporan, 7 Januari 2019, Pemerintah Desa Medaeng melalui surat resmi meminta penyewa pasar segera melakukan pengosongan Pasar Grand Medaeng Sidoarjo. Alasan pengosongan, karena sudah ada pemutusan kontrak perjanjian kerjasama. “Kami perintahkan kepada para penyewa untuk segera mengosongkan dari Pasar Grand Medaeng,” tulis huruf tebal yang ditandatangani Abdul Zuri.

Sayangnya, hingga berita ini diunggah, Abdul Zuri belum dapat dikonfirmasi. (Tio)

Tiga Anak Terekam CCTV Gondol Kotak Amal Masjid
Polisi Tangkap Penyelundup Burung Asal Papua