Bos Sarung Akui Terdakwa Sudah Bayar Miliaran Rupiah
Pelapor Mohammad Jamil (baju putih berdiri)

Bos Sarung Akui Terdakwa Sudah Bayar Miliaran Rupiah

Potretkota.com - Sidang dugaan penipuan terdakwa Suwandi Wibowo, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, menghadirkan saksi pelapor, Mohammad Jamil Direktur PT Sukorejo Indah Textile (SIT) dan pegawainya, Kurniawan Iswahyudi, dan Zulfa Diniyah.

Menurut Jamil, PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK) dengan Komisaris Suwandi Wibowo, pernah memesan sarung Wadimor Rp 22 miliar, menggunakan Bilyet Giro (BG) sebanyak 10 lembar. Namun karena tidak bisa dicairkan, terdakwa menggantinya dengan rumah kawasan Jalan Dharmahusada Permai Surabaya, bernilai sekitar Rp 15 miliar.

"Iya benar (mau diganti rumah). Cuma saat itu saya tidak mau dikarenakan saya minta berupa uang," kata Jamil mengaku terdakwa sudah melakukan pembayaran sekitar Rp 4,6 miliar.

Diruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (29/4/2021) saksi mengaku, hubungan bisnis dengan terdakwa sudah bertahun-tahun, sejak tahun 1997. "Hubungan dagang atau kerjasama sudah puluhan tahun dan dulu-dulu tidak pernah terjadi masalah dan baik-baik saja," aku Jamil.

Begitupun saksi Zulfa Diniyah, pihaknya mengaku terdakwa sudah ada upaya pembayaran. "Kalau engga salah sudah ada pembayaran Rp 2,4 milar," ujarnya.

Kurniawan Iswahyudi juga mengaku, bahwa BG salah satu bank yang sudah diserahkan PT SIT, belum ada penolakan, namun sudah diganti dengan BG bank lain oleh terdakwa. "Ada tanda terima, cuma belum ada penolakan dari bank," tambahnya.

Sementara, Tanu Hariyadi, SH., MH., M.Kn., CTL., CPCLE kuasa hukum terdakwa, Beny Prayogi Nyotoraharjo, Irwan Suwandi, didampingi Sugeng Hermawan SH, Andi Wijatmiko SH, dan Erick Kurniawan SH usai sidang mengaku, seharusnya perkara ini wanprestasi perdata, bukan pidana. "Karena ini kerjasama sudah puluhan tahun, jadi tidak mungkin melakukan penipuan. Apalagi, terdakwa sudah melakukan pembayaran sarung Wadimor miliaran rupiah. Kalau dihitung masih ada sisa sekirat Rp 17 miliar," jelasnya.

Tanu Hariyadi berdalih kliennya tidak punya niat jahat untuk tidak membayar pesanan sarung. Dia beralasan pembayaran bermasalah karena pandemi. "Posisinya karena covid yang menyebabkan perekonomian terhambat. Itu menyebabkan keterlambatan pembayaran. Bukan dia tidak membayar," pungkasnya.

Dijelaskan dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin, mendakwa Suwandi Wibowo, karena saat mengajukan nota pemesanan sarung merek Wadimor kepada PT Sukorejo Indah Textile (SIT) di akhir tahun 2019 sampai Juni 2020 sebanyak 24.237,83 kodi dengan harga Rp 22.122.947.400.

Terdakwa Suwandi Wibowo dan Beny Prayogi Nyotoraharjo, Direktur PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK) kemudian memberikan 5 BG untuk pembayaran sarung. Namun, pada saat jatuh tempo, ternyata BG dinyatakan bank tidak cukup. Suami dari Yenny Sintawati Purwo ini kemudian memberikan garansi BG bank lain sebagai gantinya, namun tetap saja tidak dapat dicairkan. Perkara ini juga menyeret Irwan Suwandi yang menandatangani BG tersebut. Sehingga, pemilik usaha PT SIT Mohamad Jamil merugi Rp 22.122.947.400. (Tio)

LSM di Surabaya Menyoal Aset Triliunan Rupiah
PT CPI dan PT RJA Digugat Rp 3,4 Miliar