Caleg Nasdem Sosialisasi Plastik Dari Singkong

Caleg Nasdem Sosialisasi Plastik Dari Singkong

Potretkota.com - Manohara Odelia Pinot, salah satu Calon Legeslatif (Caleg) DPR RI dari Partai Nasdem, mengajak ratusan warga Kremil Tambak Asri Surabaya, peduli terhadap lingkungan.

Salah satu caranya, dengan mengurangi sampah plastik yang mengotori lingkungan. Hal itu, disampaikan saat menghadiri acara "Nasdem Peduli" di Balai RW 6 Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan, Surabaya.

Sebagai aktivis lingkungan, dirinya mengaku sangat prihatin dengan banyaknya sampah plastik. Melihat kondisi itu, dia mengajak warga menyetop penggunaan plastik. "Untuk saya sendiri, yang juga sebagai aktivis lingkungan sangat miris melihat bagi plastik, kenapa? Karena banyak sekali penggunaan plastik," kata Manohara di Balai RW 6, Tambak Asri, Rabu (10/4/2019).

Karena itu, solusi dari Caleg DPR RI untuk Dapil 1, Jawa Timur, yaitu Surabaya dan Sidoarjo, agar warga dapat mengurangi penggunaan kantong plastik atau menyetpnya. Dia menawarkan agar diganti dengan plastik yang bahannya dari singkong. Sebab, menurutnya, plastik yang dari singkong tersebut lebih rama lingkungan.

"Karena ini dari kasava singkong, dapat digunakan untuk minum. Seratus persen tidak ada bahan kimia. Jadi aman, seratus persen by the way credibility," ungkap Manohara.

Seruan senada juga diungkapkan Dra. Sudarwati, MM, yang merupakan Caleg Nasdem nomor 6 untuk DPRD Kota Surabaya 2019-2024. Ia menjelaskan, Indonesia kini telah menempati peringkat kedua mengenai banyaknya konsumsi plastik.

Sudarwati menilai, banyak ketidaktahuan masyarakat terhadap sampah plastik yang tidak teruraikan dalam waktu singkat. Waktu yang dibutuhkan untuk plastik dapat teruraikan kurang lebih empat ratus tahunan.

"Kita harus lebih sosialisasi, karena memang banyak orang yang tidak tahu, bukan sengaja mengotori. Tapi, tidak tahu," kata mantan anggota DPRD Kota Surabaya 2009-2014 tersebut.

Lebih lanjut, Sudarwati menganjurkan agar warga dapat mendaur ulang sampah plastik. Karena selama ini yang dilihatnya, sampah plastik selesai setelah dibuang tanpa ada inisiatif bagaimana dimanfaatkan sebagai barang yang memiliki nilai guna. "Permasalahan sampah plastik tak selesai setelah dibuang, namun harus ada langkah daur ulang," pungkasnya.

Selain itu, dalam rangkaian program 'Nasdem Peduli' tersebut disediakan 300 paket sembako, yang berisi 1 liter minyak goreng dan 1 kg beras, yang dapat dibeli dengan harga murah. Jadi masyarakat hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 15.000 untuk mendapatkan sembako yang disediakan panitia. (Qin)

Manohara Kemana-mana Bawa Contoh Surat Suara
Penyabu Joyoboyo Dihukum 2 Tahun, JPU Banding