Dewaruci Koarmada II Eksplorasi Jalur Rempah
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dan Wakasal Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono saat pelepasan Pelayaran Laskar Rempah, Muhibah dan Festival Budaya 2022.

135 Laskar Mengarungi Samudera

Dewaruci Koarmada II Eksplorasi Jalur Rempah

Potretkota.com - Sebanyak 135 Laskar Rempah berlayar mengarungi samudera bersama Kapal Dewaruci Koarmada II. Layaknya nenek moyang Nusantara, para personel yang terdiri dari 80 orang ABK Dewaruci dan 55 orang perwakilan dari 34 Provinsi akan mengeksplorasi Jalur Rempah, sebagai sejarah yang tak terlupakan sepanjang masa, Rabu, (01/06/2022).

Kegiatan patriotik yang diinisiasi Kemendikbudristek tersebut, mengusung tema Muhibah Budaya dan Festival Budaya. Agenda ini, merupakan suatu kegiatan bagian dari Program Jalur Rempah di tempat pertemuan pelaku budaya lintas daerah, sebagai wahana diplomasi dan roadshow Jalur Rempah yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut melalui pelayaran selama 32 hari dengan menggunakan KRI Dewaruci unsur Satban Koarmada II.

Muhibah dan Festival Budaya juga merupakan bagian dari upaya menghidupkan Jalur Rempah dengan sinergi dalam memajukan kebudayaan melalui ketersambungan cagar budaya dan warisan budaya lintas daerah. Para personel Laskar Rempah sendiri yang ikut berlayar adalah personel yang telah mengikuti seleksi administrasi, tes fisik dan beberapa tes lainnya di pemerintah daerah masing-masing dari 34 provinsi.

Pelayaran Muhibah dan Festival Budaya Jalur Rempah dilepas dari Dermaga Madura Koarmada II Surabaya oleh Mendikbudristek Bapak Nadiem Anwar Makarim, yang didampingi Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mewakili Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, Asops Kasal Laksda TNI Dadi Hartanto dan Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto.

Dalam sambutan yang diwakilkan kepada Wakasal Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, pelayaran Muhibah dan Festival Budaya Jalur Rempah ini semula akan dilaksanakan pada Tahun 2021 yang lalu, namun agenda dibatalkan karena pandemi Covid-19.

"Dalam pelaksanaan pelayaran ini TNI AL menyiapkan KRI Dewaruci, kapal yang namanya juga telah menjadi legenda dalam dunia pelayaran, sehingga sangat sesuai dengan kegiatan ini. Muhibah budaya jalur rempah akan menempuh jarak 3.289 mil laut selama 32 hari, dimulai hari ini tanggal 1 Juni 2022 bertepatan dengan hari lahir Pancasila. Para peserta ini akan mengikuti berbagai kegiatan, baik di atas kapal maupun di pelabuhan singgah, untuk menanamkan jiwa bahari dan membawa kembali kejayaan maritim Nusantara," kata Yudo.

Kepada seluruh Laskar Rempah, Yudo berpesan agar melaksanakan pelayaran secara sungguh-sungguh. Karena sejak dari sebelum pelayaran dilaksanakan, iringan doa telah disertakan agar memperoleh petunjuk dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga tujuan dan sasaran pelayaran dapat dicapai. Selain itu, para laskar diharapkan agar dapat menghayati makna pelayaran sehingga dapat meresapi jiwa bahari nenek moyang sebagai pelaut-pelaut yang ulung.

"Merasakan kejayaan Maritim Nusantara, sekaligus mengagumi kekayaan dan kebesaran negara kita yang begitu luas dan beraneka. Serta membangun kebersamaan sesama peserta yang berasal dari berbagai daerah, sehingga dapat menjadi miniatur persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia," tukas Yudo.

Sementara itu Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya menyampaikan, pelayaran KRI Dewaruci yang membawa Muhibah Jalur Rempah pada hari ini bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila yang dirayakan setiap tanggal 1 Juni 2022. Jalur rempah dan Pancasila adalah tonggak penting dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, jalur rempah yang berpusat di Nusantara ini berperan penting dalam mendorong kemajuan peradaban sebagai upaya untuk menegaskan kedaulatan Indonesia sebagai Negara maritim.

"Kami yakin akan memperkuat upaya pemajuan kebudayaan dan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila yang saat ini sedang kita upayakan bersama, seperti leluhur kita dulu pelayaran ini nanti kita akan berjumpa dengan masyarakat yang beraneka ragam dengan semangat persaudaraan dan semangat gotong royong, untuk itu kepada para laskar rempah yang akan diberangkatkan pada hari ini diharapkan semua bisa menjadi pembawa dan penyebar pesan ke Bhinekaan di setiap daerah yang akan di kunjungi," jelas Nadiem.

Perlu diketahui, pelayanan yang dimulai dari Surabaya, KRI Dewaruci akan langsung menuju Pelabuhan Makasar, Bau-Bau, Ternate dan Tidore, dari Tidore selanjutnya menuju pelabuhan Banda Neira, Kupang dan kembali ke Pangkalan Surabaya. Sedangkan untuk penutupan Muhibah dan Festival Budaya Jalur Rempah dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto.

Jalur Rempah sangat potensial untuk diusulkan sebagai Jalur Budaya Warisan Dunia. Apalagi, UNESCO saat ini hanya mengakui Jalur Sutera dan Qhapaq Nan sebagai Warisan Dunia. Sehingga potensi Jalur Rempah ini dapat menumbuhkan kebanggaan berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperkuat jejaring interaksi budaya antar daerah sehingga menimbulkan semangat nasionalisme, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan dan memanfaatkan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Nasional sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan.

Hal ini memengaruhi persepsi masyarakat di Indonesia maupun di dunia mengenai peran signifikan Nusantara di masa lalu dan potensi peran strategis Indonesia di masa depan yang diwujudkan melalui penguatan diplomasi budaya dan peneguhan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Kegiatan pelepasan KRI Dewaruci ini juga dimeriahkan dengan tampilan GS Gita Jala Taruna AAL, Kesenian Reog Ponorogo dan Tradisi Larung Rempah, kegiatan ditutup dengan kunjungan ke KRI Dewaruci dan pelepasan tali tros KRI oleh Mendikbudristek. (WM)

Kejagung Selidiki Korupsi PT Waskita Rp 1,2 Triliun
Polisi Tangkap Pembunuh TNI di Tokyo Space