Difabel Buru Piala Dunia Sepakbola Amputasi di Turki

Difabel Buru Piala Dunia Sepakbola Amputasi di Turki

Potretkota.com - Perkumpulan Sepakbola Amputasi Surabaya (PERSAS) menggelar coaching klinik dan pertandingan persahabatan yang menghadirkan Direktur Teknis Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia, serta 4 pemain timnas sepakbola amputasi asal Jember.

Direktur Teknis Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI atau Garudan Inaf, Indonesia Amputee Football Rixhi Saputra mengatakan, saat ini kerangka timnas sepakbola amputasi telah terbentuk, hanya saja masih dibutuhkan beberapa pemain untuk mengisi slot posisi bek yang dianggap masih rapuh.

Kegiatan di Surabaya ini menjadi pantauan dasar bagi PSAI untuk memilih pemain sebelum nantinya dilakukan pemantauan lebih mendetail pada ajang piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dijadwalkan pada tanggal 28-30 Juli 2022, sebagai ajang seleksi nasional untuk Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia sebelum beralaga di Piala Dunia Sepakbola Amputasi di Turki bulan Oktober mendatang.

“Ini termasuk persiapan tim Jatim mengikuti piala kemenpora di bulan Juli, yang merupakan seleksi nasional penambahan slot pemain di timnas. Di Jatim potensinya sangat besar dari antusiasme tekad dan semangat dibanding daerah lain, karena Jatim kental dengan kultur sepakbola,” kata Rixhi Saputra.

Peserta selain dari Surabaya, nantinya ada Bogor, Bandung dan Jakarta. “Kalau timnas sudah ada kerangka tim termasuk 4 pemain yang kita bawa dari persaid jember 4 orang mereka bagian kerangka tim kita tambah slot ada 2 kelemahan 2 titik di lini belakang yang kita kuatkan lagi ini pantauan dasar nanti lebih tinggi lagi pantauanya di piala Kemenpora,” tambah Rixhi Saputra.

Sementara pemain sepakbola difabel asal Surabaya, Kusnul Yakin mengaku, persiapan seleksi ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk menunjukkan kebolehan mengolah bola meski memiliki keterbatasan fisik.

Didampingi Hendro Suseno Ketua PERSAS, Kusnul yang bercita-cita lolos seleksi pemain timnas dan bisa berlaga di Piala Dunia Sepakbola Amputasi di Turki nanti sangat yakin jika dirinya merupakan satu diantara pemain sepakbola di perkumpulan sepakbola amputasi Surabaya yang baru dibentuk 25 februari 2022 lalu.

“Hobi bola sudah lama tapi untuk menyalurkan sepakbola itu bingung dimana? Ternyata ada wadah sepakbola amputasi di Indonesia,” tambah Kusnul ingin lolos seleksi agar bisa main di piala dunia posisi bek.

Selain untuk menyeleksi pemain, kegiatan coaching klinik dan pertandingan persahabatan 4 perkumpulan sepakbola amputasi Surabaya, Jember, Madura, Malang, juga sebagai ajang sosialisasi ke masyarakat jika saat ini ada wadah untuk penyandang difabel menyalurkan hobinya bermain sepakbola. (Fred)

PPDB SDN Tanah Kali Kedinding Disoal Warga
5 Saksi Korupsi Pembebasan Hutan Kota Dicekal