Diminta Keluar Kontrakan, Tukang Dinamo Ngamuk
Taufik, tukang dinamo mengamuk ke tuan rumah.

Tunggak Sewa Dua Bulan Malah Jotos Tuan Rumah

Diminta Keluar Kontrakan, Tukang Dinamo Ngamuk

Potretkota.com - Nasib apes, niat melerai keluarga yang sedang cek-cok mulut dengan tetangga, Bagyo (55) mala terlibat perkelahian bersama tetangganya seorang tukang dinamo, yaitu Taufik warga Donokerto, Kapasan, Simokerto Surabaya, Jumat (10/6/2022), sekitar jam 09.30 WIB.

Karena merasa tidak bersalah Bagyo pun juga membalasnya dengan pukulan tangan kosong. Sementara, ditangan Taufik membawa sebuah alat buat service dinamo. "Saya mau melerai, wong istri saya dipukul dan ditendang. Saya kena pukul, akhirnya saling membalas. Saya sempat dikejar dia," aku Bagyo, saat ditemui di Polrestabes Surabaya, usai melaporkan kejadian tersebut.

Bagyo menerangkan, bahwa kronologi berawal saat keponakan dan saudara menagih janji Taufik, untuk segera keluar dari rumah yang dikontraknya. "Ponakan saya Bersama saudara yang lain, sempat mau koordinasi soal rumah. Seharusnya bulan tiga, Maret kemarin sudah habis, tapi dia gak beri jawaban dan malah nantang-nantang," terangnya.

Bagyo terkena pukul dan terluka lecet dibagian dagu, juga dada kiri sempat ditendang. Bagyo melaporkan hal tersebut di Polrestabes Surabaya, dengan nomor LP/B/681/VI/2022/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Terpisah, saat dikonfirmasi terkait alat berupa tang catut yang dibawa Taufik, melalui kuasa hukumnya yaitu Gaguk Prihadi Asmito membenarkan. "Itukan (bawa tang catut) dia spontanitas, waktu itu dia terjepit dikeroyok. Dia membawa itu karena untuk pembelaan. Sebenarnya mas Taufik itukan sudah izin ke tuan rumah sampai tanggal 1 Juli keluar," dalih Gaguk.

Menurut Gaguk, kliennya enggan keluar dari rumah kontrakan lantaran masih cari rumah buat pindah. "Sementara Taufik kan masih cari rumah, cari rumah itu kan gak gampang. Habisnya kan bulan tiga. Taufik minta Tempo 1 Juli untuk pindah. Seng penting kan ada omongan (yang penting kan ada omongan), kalau gak ada omongan kan salah," paparnya.

Sedangkan Yuli sebagai pemilik rumah yang dikontrak Taufik membantahnya. "Dia gak pernah ngomong tanggal 1 Juli ke saya, dia cuman ngomong, kalau sudah nemu rumah baru pindah. Tapi tidak mengatakan sampai tanggal dan bulan berapa. Habisnya bulan maret kemarin, sudah saya kasih waktu 2 bulan tapi dia tidak keluar. Mala nomor saya diblokir semua," bantah Yuli.

Sementara, adanya hal tersebut, Mariono selaku RW 2 Donokerto, berharap supaya warganya bisa menyadari satu sama lain. "Wong sama tetangga aja saling lapor, setiap masalah kan bisa diselesaikan dengan baik. Ya kalau bisa saling damai dan minta maaf," harap Mariono kepada kedua pihak.

Atas laporan tersebut, Kanit SPKT Polrestabes Surabaya, IPDA Gusti mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari saudara Bagyo. "Sidah diterima laporannya mas, selanjutnya kita serahkan ke Reskrim," pungkas Gusti. (SA)

Sepekan Laskar Jalur Rempah Dewaruci Berlayar
Polda Jatim Periksa Pengurus Khilafatul Muslimin Surabaya Raya