DPRD Bojonegoro Akan Kawal Hutang PT Rekind, Jika Perlu Sampai ke Neraka
Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi.

DPRD Bojonegoro Akan Kawal Hutang PT Rekind, Jika Perlu Sampai ke Neraka

Potretkota.com - Polemik tunggakan PT Rekayasa Industri (Rekind) dengan para vendor lokal di Bojonegoro jadi perhatian khusus para wakil rakyat. Pasalnya ada beberapa keluhan, tidak hanya soal vendor makanan saja, namun juga ada beberapa vendor konstruksi dan juga beberapa pegawai yang bekerja di sub kontraktor yang gajinya belum dibayarkan.

Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi mengungkapkan, yang mengirim surat resmi kepada komisi B Dewan Perwkilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro yakni vendor penyedia makanan untuk PT Rekind. Ini menjadi isu penting karena bahan makanan itu tidak bisa di hutang.

Artinya dalam periode tertentu masa kontrak mereka terus mengeluarkan biaya untuk belanja bahan makanan. Belanjanya pun di pasar-pasar tradisional yang notabene kebanyakan pedagangnya berasal dari kalangan menengah kebawah dan tidak bisa dihutang.

"Artinya jangan sampai ada tunggakan, karena penyedia makanan ini bukan vendor yang memiliki modal besar," ungkapnya, Kamis (12/5/2022).

Laporan yang masuk ke komisi B, lanjut Sally, ada sekitar 51 invoice, bahkan ada yang dari tahun 2020 hingga sekarang belum terbayarkan.

Pihaknya menyambut baik dengan apa yang disampaikan oleh PT Rekind bahwa akan segera ada penyelesaian maksimal di bulan Juli 2022.

"Itu merupakan respon yang baik dari PT Rekind atas aduan yang masuk," lanjutnya.

Namun pihaknya memiliki sedikit rasa ketidakpercayaan. Hal itu bukan tanpa dasar, mengingat adanya tagihan dari tahun 2020 hingga sekarang yang belum dibayar oleh PT Rekind.

"Jadi kecurigaan itu bukan tanpa dasar," imbuhnya.

Sally menegaskan, pihaknya akan mengawal persoalan ini sampai seluruh tagihan vendor lokal di Bojonegoro tuntas dibayar, bahkan jika perlu akan menindaklanjuti sampai kantor pusat PT Rekind di Jakarta.

"Karena ini urusan perut, jadi tidak bisa ditunda. Sampai ke neraka pun akan saya kejar," pungkas Sally tegas.

Disi lain, Zainal Arifin, Site Manager PT Rekind menyatakan, menanggapi tagihan katering yang diungkapkan oleh Sally Atyasasmi, pihaknya mengaku jika tidak punya datanya.

"Justru saya tidak punya datanya," kata Zainal Arifin.

Zainal melanjutkan, semua data invoice yang masuk, sudah tentu bisa dilakukan pengecekan. Karena setipa invoice ada nomor ring, dan dapt diketahui melalui sistem data keuangan.

"Di sistem dapat ketahuan mana yang sudah dibayar dan belum," pungkasnya. (Ror)

Pasutri Jual dan Sediakan Tempat Nyabu di Mataram
Bareskrim Polri Gerebek Minyak Goreng Selundupan