DPRD Surabaya Geregetan Dengan Kadispendik

DPRD Surabaya Geregetan Dengan Kadispendik

Potretkota.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, sangat kecewa pada sikap Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik). Hal itu, disebabkan sulitnya Kadispendik diajak Koordinasi terkait dengan akan dilaksanakannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, yang segera diberlakukan pada 13 Juli 2020.

Keinginan Dewan sebagai fungsi pengawasan dan evaluatif terhadap eksekutif, di masa pandemi Covid-19 ini, harusnya Dinas Pendidikan bisa berkoordinasi dengan DPRD dan semua elemen yang terkait, apabila ada rencana membuka KBM terbuka kembali. Karena, demi keselamatan peserta didik.

Apalagi hal itu, mengingat Surabaya masih masuk dalam zona merah, yang mana angka persebaran Covid-19 masih terus bertambah. Sehingga, rencana dilakukannya KBM tatap muka di dalam Kelas harusnya melalui pertimbangan dengan semua pihak, termasuk DPRD. Sehingga, akan menemukan pembahasan yang matang terhadap rencana tersebut, bisa atau tidak dilaksanakan pada tanggal yang sudah ditentukan.

Dikarenakan sikap Kadispendik yang terkesan terburu dalam merencanakan KBM tatap muka di kelas ini, membuat DPRD mempertanyakannya. Namun, Kadispendik sangat sulit sekali diajak koordinasi. Jangankan Koordinasi, menurut Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Achmad Hermas Thony, Kepala Dinas Pendidikan, Soepomo sulit sekali dihubungi.

Thony menilai Kadispendik tidak memahami sistem pemerintahan. Sehingga, ketika dewan melakukan tugasnya terkesan dianggap merepoti Kadinkes dalam hal ini. "Kami tidak ada maksud apa-apa, kami hanya menjalankan fungsi kontrol, evaluatif, pengawasan dan lain-lain. Kalau tugas dewan ini dianggap ngerepoti, ini berati pihak dinas tidak paham dengan sistem administrasi pemerintahan, dia itu sebagai eksekutif atau legislatif, seoalah-olah dinas ini sebagai pemimpin perusahaan yang milik sendiri, independen, yang tidak bisa dikontrol oleh pihak lain, ini kepala dinas itu di bawah kontrol eksekutif, sedangkan eksekutif ini di bawah kontrol legislatif, kami-kami di sini, nah, kawan-kawan (Komisi D) mau menjalankan tugasnya sebagai fungsi kontrol, akan tetapi sulit sekali diajak koordinasi, tidak bisa dihubungi," katanya di Kantor DPRD, Jumat (26/6/2020).

Sebenarnya, lanjut Politisi Gerindra tersebut Dewan ingin rencana diberlakukannya KBM di Sekolah kembali tidak melalui Dearing lagi, itu tidak menimbulkan claster Covid-19 di Surabaya. Karena itu, menyangkut keselamatan peserta didik di Sekolah. Mengingat, kata A.H. Thony, tingkat persebaran Corona di Surabaya masih tinggi.

"Yang menjadi keresahan kami di sini, karena kondisi di Surabaya masih tinggi penyebarannya (Corona), kami tidak mau ada claster-claster baru di sekolah, ini nanti kasihan pada peserta didik, keselamatan mereka sangat penting," tega Thony.

Lebih lanjut, Ketua DPC Gerindra Kota Surabaya itu menyampaikan, bahwa dirinya teringat dengan apa yang disampaikan Wali Kota saat melantik Kepala Dinasnya. Karena pada saat itu, kataya, Wali Kota menyanjung Kepala Dinas Pendidikan, Soepomo yang dilantik pada saat itu. Kata Wali Kota, Soepomo ini orang yang mau mendengarkan. Tapi, kata A.H. Thony, prakteknya di saat yang membutuhkan koordinasi dan evaluasi seperti kondisi (pandemi) saat ini, Kepala Dispendik itu sulit sekali dihubungi, bahkan lebih sulit daripada menghubungi Wali Kota atau Sekdanya.

"Kalau seperti ini, kami ingat pada apa yang disampaikan ibu wali kota saat pelantikan kepala dinasnya, bagaimana menyanjung pak pomo (Soepomo) ini, ia sampaiakan bahwa pak Pomo ini pendengar yang baik," kesal Thony.

Apa yang disampaikan A.H. Thony ini berawal dari apa yang diresahkan Komisi D, yang sangat sulit sekali menghubungi atau berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya itu terkait dengan rencananya membuka kembali KBM di Sekolah pada 13 Juli 2020 mendatang di masa pandemi yang tak kunjung usai di Surabaya. Padahal, kalau mengacu pada intruksi Mendikbud bahwa, bagi daerah yang masih merupakan zona merah, KBM tidak boleh dilakukan di Sekola, tetap dilaksanakan secara dering. (Qin)

Pelaku Pencabulan Tewas di Sel Polres Pasuruan
Kades Pungli Dilaporkan ke Polres Pasuruan